Kepala Suku FPHS Tsingwarop, Minta Kejati Papua Berhenti Lakukan Pemeriksaan Terhadap Plt Bupati Mimika

TIMIKA (Timikabisnis) – Dukungan terhadap Plt Bupati Mimika, Johanes Rettob untuk terus memimpin dan membangun Kabupaten Mimika terus berdatang dari para tokoh Amungme ditengah persolan hukum yang membelit orang nomor satu di Kabupaten tersebut.

Penetapan Plt Bupati Mimika Johanes Rettob oleh Kejaksaan Tinggi Papua menjadi tersangka dalam kasus pesawat turut menjadi sorotan para tokoh di Mimika.

Para tokoh masyarakat menilai bahwa kasus tersebut syarat dengan banyak kepentingan karena sebelumnya kasus tersebut telah diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan tidak ditemukan adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam kasus tersebut.

Kepala Suku Forum Pemilik Hak Sulung (FPHS) Tsingwarop, Dominggus Natkime menegaskan bahwa sebagai masyarakat awam dirinya heran dengan penetapan Plt Bupati Mimika menjadi tersangka.

“Tolonglah Kejati Papua hentikan pemeriksa terhadap John Rettob.Sudah diperiksa KPK dan kembali diperiksa lagi oleh Kejati Papua tujuannya untuk apa,”kata Dominggus.

Dominggus mengatakan Johanes Rettob adalah anak kelahiran Mimika dan sudah menjadi bagian dari masyarakat Amungme dan Kamoro.

Ia menilai bahwa Plt Bupati adalah sosok yang sangat tulus membangun Kabupaten Mimika.

“John Rettob bukan orang baru, dia juga tuan tanah Timka, dia juga orang Amungme dan Kamoro, dia membangun Mimika di pedalaman pedalaman,”kata Dominggus.

Oleh karena itu dirinya meminta kepada Kejati Papua untuk segera menghentikan pemeriksaan terhadap Plt Bupati Mimika.

Tokoh masyarakat Amungme, Markus Beanal, juga meminta kepada Kejati Papua berhenti melakukan pemeriksaan kepada Plt Bupati Mimika karena kasus yang disangkakan kepada Plt Bupati juga sebelumnya telah diperiksa oleh KPK dan tidak terbukti adanya dugaan korupsi dalam kasus tersebut.

“KPK sudah periksa tapi sekarang diperiksa lagi Kejati, itu ada apa”Kata Markus.

Markus mengatakan masyarakat Mimika sangat merasakan kepemimpinan Plt Bupati Mimika meskipun baru enam bulan menjabat sebagai Plt Bupati Mimika.

“Masyarakat sendiri melihat Plt Bupati adalah pemimpin yang dengan hati membangun Mimika. Enam bulan kepemimpinan beliau sangat terasa pembangunan dilaksanakan hingga ke pelosok pelosok Mimika,”kata Markus.

Dirinya menduga ada orang tertentu yang bermain dibelakang kasus ini oleh karena itu dirinya mendesak Kejati Papua untuk berhenti melakukan pemeriksaan terhadap Plt Bupati Mimika.

“Siapa yang lapor pak Bupati orang itu harus diperiksa juga.
Jangan karena kepentingan orang orang tertentu lalu menghancurkan kabupaten Mimika,”kata Markus. (tim)

Administrator Timika Bisnis