Sudah Pertengahan Tahun Tapi Realisasi Fisik APBD 2022 Masih Belum Nampak

Anggota DPRD Mimika Komisi C, Den B Hagabal/Foto : husyen opa

TIMIKA, (timikabisnis.com) – Anggota DPRD Mimika dari Komisi C dari Partai Gerindra, Den B Hagabal mempertanyakan realisasi pembangunan fisik APBD kabupaten Mimika tahun 2022 yang sudah memasuk pertengahan tahun tapi belum Nampak realisasi pekerjaan.

“Beberapa hari lagi sudah memasuki bulan Agustus 2022 namun program program yang ada di dalam APBD Mimika tahun 2022 sudah sampai dimana, tidak nampak sekali ada action. Kami tidak mengerti kapan lelang, kapan ditender, kapan menang tender dan kapan mulai kerja. Semua ini tidak jelas, nanti mau akhir tahun baru buru buru kerja dan dampaknya kwalitas pengerjaan sebuah proyek tidak berkualitas,”keluh anggota Komisi C DPRD Mimika, Den B Hagabal kepada wartawan, Selasa (26/7/2022).

Kebiasaan pengerjaan proyek di akhir akhir tahun selalu terjadi sehingga kwalitas sebuah proyek tidak berkualitas, salah satu contoh jalan dari Petrosea menuju Jalan Hasanudin sudah banyak jalan yang lubang.

“Contoh jalan dari Petrosea tembus Jalan Hasanudin kini jalannya sudh berlubang dan rusak, ini akibatnya kalau pekerjaannya hanya mengejar keuntungan tanpa ada pengawasan dari OPD tehnis. Ini kinerja OPD yang asal asalan tanpa melihat kualitas,”ungkapnya.

Ia menilai para kontraktor yang mengerjakan proyek proyek yang datang kerja proyek di Mimika ini hanya mencari keuntungan, dan tidak memberikan kesempatan kepada kontraktor lokal.

“Berbagai kekecewaan orang asli Papua yang menolak Otsus dan DOB karena mereka kecewan tidak diberikan kesempatan, baik kesempatan pekerjaan proyek, ASN termasuk honorer. Jadi jangan salah orang Papua yang akhirnya bergabung dengan kelompok garis keras menentang pemerintah karena kekecewaan yang mereka rasakan. Omong kosong kalau bilang orang Papua itu KKB dan teroris, mereka itu hanya karena kecewa,”tegas Hagabal.

Karena itu, politis Gerindra ini meminta kepada pemerintah daerah untuk tidak mengajukan materi APBD Perubahan 2022 kalau realisasi anggaran induk saja belum terlihat.

“Jangan ajukan APBD Perubahan 2022 kalau capaian dan realisasi APBD induk belum 50 persen, bagaimana mau bahas APBD Perubahan sementara realisasi program sampai saat ini masih dibawah 50 persen,”pintanya. (opa)

Administrator Timika Bisnis