Direktur Teknik PFA asal Austria, Wolfgang Pikal bersama Ardiles Rumbiak,Melky Papare dan Kelly Pepuho didampingi pengurus Askab PSSI Mimika saat meninjau Lapangan Stadion Wania Imipi SP 1, yang akan dijadikan lokasi seleksi pemain untuk bergabung dengan PFA, Jumat (10/6/2022)/Foto : Humas PFA.
TIMIKA,(timikabisnis.com) – Stadion Wania, Kelurahan Kamoro Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika,Papua, pada Sabtu (11/6/2022) hinga Minggu (12/6/2022), akan menjadi awal perjalanan Papua Football Academy (PFA), sebuah sekolah sepak bola dan asrama bagi putra Papua. Mantan pelatih Persemi Mimika, Ardiles Rumbiak, akan hadir di sana dalam menyeleksi calon siswa PFA.
Proses seleksi alias “Papua Football Academy Cari Bakat” dipimpin oleh pelatih yang akan menjadi Direktur Teknik PFA asal Austria, Wolfgang Pikal. Ia didamping nama yang tak asing lagi bagi sepak bola Timika, yakni Ardiles Rumbiak. Kedua akan didampingi pelatih-pelatih sepak bola berlisensi resmi asal Papua, seperti Melky Papare dan Kelly Pepuho.
Setelah sukses menggelar PON XX Papua, Kota Timika kembali bergeliat dengan semarak olahraga. Komitmen PT Freeport Indonesia dalam membangun masyarakat Papua, salah satunya di bidang olahraga, menjadi awal pembentukan Papua Football Academy.
Kota Timika menjadi awal pencarian bakat siswa Papua Football Academy, dan akan dilanjutkan ke Kota Merauke dan Jayapura di tahun pertama pengelolaan. Peserta yang boleh mengikuti “Papua Football Academy Cari Bakat” adalah putra Papua kelahiran 1 Januari 2009 hingga 31 Desember 2009 dan berada di kelas VII SMP.
“Saya yakin masyaraat Timika akan menyambut kehadiran Papua Football Academy dengan antusias. Anak-anak di Timika pasti gembira mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu sepak bola sekaligus bisa bersekolah dengan lancar serta hidup baik di asrama,” ucap Ardiles Rumbiak, pelatih sepak bola yang akan menjadi salah satu penyeleksi.
Mantan pemain Persipura itu berusia 36 tahun itu paham bagaimana antusias anak-anak di Timika bermain sepak bola, seperti halnya di daerah lain di Papua.
“Sejak usia 4 tahun saya sudah hidup di Tembagapura. Lalu, saya pernah melatih Persemi Mimika di Liga 3. Jadi, saya paham betul bagaimana minat sepak bola anak-anak di Timika,” kata Ardiles yang juga pernah melatih Belitong FC.
Ardiles berharap kehadiran Papua Football Academy disambut hangat dan dimaksimalkan oleh warga Papua, termasuk masyarakat di Kabupaten Mimika sebagai markas PFA, untuk memberi kesempatan putra Papua mengecap ilmu sepak bola dan pendidikan formal di asrama. (**tim)
