PT Pangansari Tak Sekedar Penyedia Komsumsi PON Namun Memberi Pengalaman dan Pengetahuan Bagi Warga Lokal

Wawan Sasongko , Head Of HR Operatioan Pangansari Group (paling kiri)  dan Erwin Sudarmin, Projeck Directur Pangansari PON Papua (Kanan) saat memberikan penjelasan kepada puluhan wartawan di bilangan Jalan Budi Utomo, Selasa (12/10/2021) malam./Foto : husyen opa

TIMIKA, (timikabisnis.com) – Kehadiran PT Pangansari Utama sebagai penyedia konsumsi PON Papua di Kabupaten Mimika dan Kabupaten Jayapura, tidak sekedar hadir sebagai penyedia konsumsi untuk para atlet, official, panitia dan relawan PON Papua, tetapi turut serta untuk memberi dampak baik dampak berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam pengelolaan industri makanan maupun dampak ekonomi bagi masyarakat local Papua secara secara langsung.

Adapun selama berlangsung PON Papua, PT Pangansari bekerja sama dsengan para pengusaha lokal untuk mendistribusikan konsumsi selama PON berlangsung di Papua. Mitra lokal ini dilibatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para atlet, official, panitia dan para relawan pendukung PON.

Pihak Pangansari tentu tidak saja melakukan kerja sama dengan pengusaha catering lokal, namun berkomitmen juga menyerap bahan-bahan baku makanan dari masyarakat lokal, seprti telur, ikan dan bahan makan lainnya.

Total logistik PON Papua yang dibautuhkan sekitar 1.300.000 ribu butir telur dan 50 ton ikan.

“Sebagian besar bahan makanan seperti telur dan ikan, kami ambil dari pengusaha lokal Papua. Ini komitmen Pangansari yang ingin agar pengusaha lokal juga berkembang,” kata Erwin Sudarmin, Projeck Directur Pangansari PON Papua saat memberikan keterangan kepada puluhan wartawan di Jalan Budi Utomoa, Selasa (12/10/2021) malam.

Sementara itu, Wawan Sasongko , Head Of HR Operatioan Pangansari Group mengakui,  Pangansari Utama ingin pengusaha dan masyarakat lokal maju dan terus berkembang bersama Pangansari.

“Anak-anak Papua pun tak lepas dari upaya pemberdayaan Pangansari Utama. Tenaga lokal yang merupakan anak-anak Papua yang direkrut Pangansari selama PON Papua berlangsung mencapai lebih dari 500 orang,”sebutnya.

Dijelaskan, bahwa anak Papua yang menjadi volunteer direkrut membantu kelancaran, baik administrasi maupun distribusi makanan untuk para atlet. Khsusus di Kabupaten Mimika, lebih dari 250 orang volunteer dikerahkan guna mendukung aktiivitas Pangansari, selain untuk memberdayakan UMKM.

“Semua ini dilakukan Pangansari karena ingin berbagi, baik itu berbagi pengalaman dalam hal pengelolaan industri makanan. Pangansari berkeinginan kehadirannya di Bumi Papua membawa dampak, baik dampak pengalaman, keilmuan maupun dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama warga lokal Papua,”katanya.

Terkait dengan distribusi makanan, Pangansari tentu mengikuti standar yang telah ditentukan PB-PON Papua, mulai dari jumlah protein, gizi dan semua yang dibutuhkan untuk menjaga kebugaran. (*opa)

Administrator Timika Bisnis