Tungku Api Simbol Kehidupan Orang Papua

Timika (timikabisnis) – Pastor Marthen Kuayo mengungkapkan rekonsiliasi adalah buah pikiran, program atau rancangan dari Almarhum Uskup Johannes Philipus Saklil Pr pada tahun 2016 yang mencetus satu gerakan yaitu tungku api kehidupan.

“Bagi orang Papua tungku api itu simbol kehidupan ‘ada asap dan api ada hidup’. Maka itu Almarhum mengambil gerakan tungku api,” kata Pastor.

Salah satu cara menggerakan tungku api pencanangan tersebut adalah rekonsiliasi atau memulihkan hubungan dengan Tuhan dan sesama.

“Kita pulihkan berarti ada sesuatu yang terhalang, putus maka kita pulihkan untuk lebih baik lagi. Rekonsiliasi ini mau memulihkan hubungan yang putus, hancur, rusak, antara kita Mimika wee dengan Tuhan Allah,” ungkapnya.

Momen tersebut kata Pastor, juga akan digunakan untuk saling mengampuni sesama yang lain.

“Atas nama gereja katolik, saya mau memohon maaf jika para pastor, suster, biarawan, biarawati, bruder, dewan, dan semua pelayan umat yang pernah bertugas saya sampaikan mohon maaf jika pernah membuat hari masyarakat Mimika Wee terluka,” katanya. Juga atas nama suku Mimika Wee dan ACP yang telah melakukan kesalahan dimasa lalu, ia menyampaikan permohonan maaf.

Pastor Marthen Kuayo bersama dengan 8 pastor SCJ bersama memimpin perayaan yang sakral tersebut.

Ketua Panitia Dominikus Mitoro mengatakan saat ini Tuhan Yesus sudah bersihkan semua beban dosa.

“Dengan rekonsiliasi ini kita berharap agar kedepan generasi muda memiliki masa depan yang lebih cerah. Anak anak ahrus sekolah, menjadi imam dan lainnya,” ungkapnya.

Ketua Lemasko, Gerry Okoware mengatakan hari ini adalah hari bersejarah bagi masyarakat Mimika Wee

“Kita adalah umat yang dikasihi oleh Tuhan, kita diberkati, hari ini kita tambah diberkati lagi. Kita bersatu untuk maju sama-sama., Suku Mimika harus maju,” harapnya.

Ketua Paguyuban Anak Cucu Perintis (ACP), Piet Renwarin mengungkapkan dengan jasa para petua dahulu yang masuk ke Mimika untuk mengabdi, mereka pun ingin memajukan Mimika.

“Hidupku untukmu Mimika Papua dan matiku untuk dia yang mengutus aku. Masyarakat Mimika harus menjadi tuan diatas negeri sendiri,” ungkapnya.

Wakil Bupati, Johannes Rettob memberikan apresiasi kepada Almarhum Uskup John Philip Saklil dalam gerakan tungku Api kehidupan salah satunya hingga terjadi rekonsiliasi.

“Saya juga hadir sebagai anak Mimika Wee. Saya minta maaf atas nama pemerintah kabupaten atas kurangnya perhatian kepada anak anak Mimika Wee. Kita akan buat dan mulai perhatikan orang Mimika Wee kita harus perhatikan daerah ini. Momen ini sebagai momen kebangkitan kita dan masyarakat harus memberikan dukungan,” katanya.

Ia pun mengingatkan masyarakat seperti yang selalu digaungkan oleh Almarhum Uskup John Philip Saklil ‘Janvan menjual tanah tapi hidup dari mengolaj tanah’.

“Jangan menjual tanah. Generasi penerus harus sekolah baik, Kita bangkit dan berbuat semuanya dalam kehidupan kira sehari-hari,” katanya. (tim)

Administrator Timika Bisnis