Tren Mengkhawatirkan, Hipertensi Hantui Generasi Muda, Pola Hidup Sehat Jadi Solusi

MIMIKA,(timikabisnis.com) — Tren penyakit tidak menular (PTM) di Kabupaten Mimika kian mengkhawatirkan. Hipertensi, yang selama ini identik dengan usia lanjut, kini mulai banyak ditemukan pada generasi muda dan usia produktif.

Kondisi ini dipicu oleh pola perilaku dan gaya hidup masyarakat yang dinilai masih jauh dari kata sehat.
Temuan tersebut disampaikan Kepala Puskesmas Timika, dr. Mozes Untung. Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan data pelayanan kesehatan, sejumlah kasus PTM yang ditangani berkaitan erat dengan kebiasaan hidup sehari-hari masyarakat.

“Dulu hipertensi banyak ditemukan pada usia 40 sampai 50 tahun. Sekarang polanya sudah berubah dan mulai ditemukan pada pasien berusia sekitar 25 tahun,” ujar Mozes, Rabu (14/1/2026).

Menurutnya, hipertensi di usia muda umumnya dipicu oleh kebiasaan merokok, pola makan tinggi lemak dan natrium, rendahnya konsumsi sayur dan buah, kurangnya aktivitas fisik, serta tingkat stres yang cukup tinggi. Selain faktor perilaku, faktor genetik juga turut berperan, namun gaya hidup tidak sehat menjadi pemicu utama.

Selain hipertensi, Puskesmas Timika juga mencatat berbagai kasus penyakit lain, di antaranya diabetes melitus, obesitas, kolesterol tinggi, tuberkulosis (TB), ISPA, dispepsia, serta gangguan metabolik lainnya.

Mozes menegaskan bahwa hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena kerap tidak menimbulkan gejala. Oleh sebab itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat penting dilakukan, meskipun seseorang masih berada di usia muda.

“Hipertensi biasanya baru diketahui setelah dilakukan pemeriksaan. Karena itu, deteksi dini menjadi kunci agar bisa dikendalikan sejak awal,” jelasnya.

Upaya deteksi dini tersebut sejalan dengan program Medical Check Up (MCU) gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Melalui program tersebut, Puskesmas Timika telah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap sekitar 2.000 warga berusia di atas 18 tahun.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan kendala terbesar adalah gangguan metabolik yang belum menjadi penyakit, tetapi sudah masuk kategori faktor risiko atau kondisi pra-penyakit,” ungkap Mozes.

Ia menambahkan, selain gangguan metabolik, masalah kesehatan lain yang dominan ditemukan adalah obesitas, tekanan darah di atas normal, serta kadar kolesterol yang tinggi.

Untuk itu, Mozes mengimbau masyarakat agar mulai menerapkan pola hidup sehat sebagai solusi utama pencegahan PTM, khususnya hipertensi, sejak dini.

“Lakukan aktivitas fisik yang cukup, perbanyak konsumsi sayur dan buah, kurangi makanan manis dan siap saji, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai langkah pencegahan awal,” tandasnya. (Lyddia Bahy)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *