MIMIKA,(timikabisnis.com) – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) resmi memulai proses seleksi pengelola sekaligus penyusunan Rencana Induk Pengembangan (RIP) atau master plan untuk Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM). Kegiatan kick off digelar di Hotel Horison Diana Timika,Mimika, Papua Tengah, Senin (16/2/2026).
Ketua Komite Seleksi RIP RSMM, Feri Magai Uamang, mengatakan proses pemilihan konsultan dilakukan secara terbuka sejak April 2025. Dari 58 pendaftar, seleksi mengerucut menjadi enam peserta, kemudian tiga besar, hingga akhirnya menetapkan PT Ligar Mandiri Indonesia sebagai konsultan pendamping.
“Kami berharap kerja sama ini berjalan sesuai target karena penyusunan RIP merupakan tugas strategis,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konsultan akan mendampingi YPMAK selama tiga bulan untuk menyusun dokumen RIP yang akan menjadi dasar perencanaan jangka pendek, menengah, hingga panjang dalam pengembangan RSMM.
Ketua Pembina YPMAK, Engel Enoch, menyampaikan bahwa pembahasan pengembangan RSMM telah dilakukan selama satu tahun terakhir dengan melibatkan berbagai pihak. Seluruh proses ditargetkan rampung sebelum Desember 2026 agar dapat masuk ke tahap pengelolaan berikutnya.
Menurutnya, RSMM yang dibangun pada 1998 oleh PT Freeport Indonesia melalui YPMAK untuk melayani masyarakat asli Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan lainnya, hingga kini tetap menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan di Mimika.
“RSMM punya kedekatan historis dengan masyarakat. Namun pengelolaannya perlu terus ditingkatkan agar mampu bersaing dengan rumah sakit lain,” katanya.
Vice President Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Nathan Kum, menambahkan bahwa selama satu tahun terakhir telah dilakukan berbagai evaluasi dan pembenahan guna meningkatkan mutu pelayanan.
Ia berharap sebelum 2027 RSMM sudah mampu bersaing secara nasional dan memberikan pelayanan kesehatan yang semakin baik bagi masyarakat Mimika.
“Kami berharap seluruh pihak dapat mendukung proses pengembangan rumah sakit agar semakin baik dan mampu bersaing secara nasional,” ujarnya.
Direktur PT Ligar Mandiri Indonesia, Budi Prayogi, menjelaskan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari pemetaan masalah, identifikasi titik kritis, hingga perumusan solusi yang tepat. Tim pendamping yang terdiri atas para ahli di bidang manajemen, keuangan, pelayanan medis, administrasi, dan mutu akan mendukung peningkatan tata kelola serta kualitas layanan rumah sakit.
Sementara itu, Ketua Pengurus YPMAK, Leonardus Tumuka, menegaskan komitmen YPMAK untuk terus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Mimika melalui program kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
Menurutnya, RSMM yang telah hadir hampir 28 tahun menjadi bagian penting kehidupan masyarakat, khususnya dua suku asli, Amungme dan Kamoro, serta lima suku kekerabatan lainnya.
“Tujuan utamanya adalah melakukan progres perubahan agar pelayanan semakin baik,” ujarnya.
Dengan dimulainya penyusunan master plan ini, YPMAK berharap RSMM dapat berkembang menjadi rumah sakit yang profesional, berkualitas, dan tetap berpihak pada kebutuhan masyarakat asli Papua di Mimika.(Lyddia Bahy)

