Terus Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal, Kopi Highland dan VCO Masuk Agenda Prioritas YPMAK

MIMIKA,(timikabisnis.com) – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) terus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal bagi masyarakat Amungme, Kamoro, serta lima suku kekerabatan lainnya di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pengurus YPMAK, dr. Leonardus Tumuka, saat memberikan sambutan pada acara lepas sambut pengurus YPMAK periode 2025–2026 yang berlangsung di Pelabuhan YPMAK, Poumako, Jumat (30/1/2026).

Leonardus mengatakan, YPMAK secara konsisten mengembangkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui berbagai usaha produktif berbasis potensi lokal. Selain program yang telah berjalan di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, YPMAK juga menyiapkan program baru guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu program prioritas pada tahun ini adalah pengembangan koperasi kopi dengan memanfaatkan kopi milik masyarakat adat di wilayah dataran tinggi (highland). Menurut Leonardus, meskipun usaha kopi di Timika terus berkembang, keterlibatan pengusaha asli masih sangat terbatas.

“Kita melihat banyak usaha kopi tumbuh di Timika, namun belum banyak pengusaha lokal yang terlibat langsung. Melalui program ini, YPMAK ingin mendorong pengusaha asli agar bisa mengambil peran dengan memanfaatkan kopi highland sebagai peluang usaha,” ujar Leonardus yang akrab disapa Leo.

Ia menambahkan, YPMAK telah menyiapkan mitra untuk mendukung pemasaran kopi lokal. Tingginya minat masyarakat terhadap kopi dinilai sebagai peluang yang harus dimanfaatkan secara optimal sekaligus menjadi sarana promosi kopi khas Mimika.

“Tren konsumsi kopi saat ini cukup tinggi. Ini peluang yang baik untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memperkenalkan kopi khas Mimika,” jelasnya.

Selain pengembangan kopi, kata Leo Tumuka, YPMAK juga menjadikan produksi Virgin Coconut Oil (VCO) sebagai agenda prioritas pemberdayaan ekonomi. Program VCO yang telah dicanangkan sejak tahun lalu akan diperkuat melalui pelatihan, sehingga dapat berkembang menjadi industri rumahan.

“Dalam waktu dekat kami akan melaksanakan pelatihan agar produksi VCO bisa menjadi industri rumahan, khususnya bagi mama-mama, sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal,” katanya.

Leonardus menegaskan bahwa membangun usaha membutuhkan kerja keras, komitmen, dan proses yang tidak instan. Oleh karena itu, dukungan serta masukan dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan program pemberdayaan ekonomi tersebut.

“Menjadi pengusaha tidak bisa langsung berhasil. Dibutuhkan komitmen dan kerja keras yang berkelanjutan. Kritik dan saran tentu sangat membantu dalam pengembangan program ini,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung program YPMAK agar tujuan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.

“Mari kita saling mendukung dan bekerja sama agar upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal ini dapat berjalan dengan baik demi kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera,” tutup Leonardus. (Lyddia Bahy)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *