MIMIKA,(timikabisnis.com) – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika guna membahas percepatan pembangunan air bersih di wilayah Kabupaten Mimika.
RDP tersebut berlangsung di ruang serbaguna Kantor DPRK Mimika, Kamis (26/2/2026), dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPRK Mimika, Elinus Balinol Mom, Sekretaris Komisi, Yuliana Dice Amisim, dan Anggota lainnya, Simson Gujangge, Anton N Alom,Rizal Pata’dan, Darwin Kurnia Rombe, Abrian Katagame, dan Aser Gobay. Dihadiri pula Kepala Dinas PUPR Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, beserta jajaran.
Ketua Komisi IV DPRK Mimika, Elinus Balinol Mom, mengatakan kepada wartawan usai RDP, mengatakan, pembahasan dilakukan karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang hingga kini belum sepenuhnya terpenuhi, meski program penyediaan air bersih telah berjalan sejak 2012.
“Program ini sudah ada sejak 2012. Ke depan pemerintah harus mendukung dengan penambahan anggaran. Pembangunan SPAM di dalam kota sebaiknya dibuat multiyears atau tahun jamak supaya ada kelanjutan dan bisa selesai dalam dua sampai tiga tahun,” ujarnya usai rapat.
Menurut Elinus, skema multiyears dinilai lebih efektif karena dapat menghindari hambatan akibat fluktuasi harga bahan bangunan serta memastikan keberlanjutan pembangunan hingga tuntas.
Selanjutnya, Kepala Dinas PUPR Mimika Inosensius Yoga Pribadi saat ditemui wartawan, dikesempatan yang sama, mengungkapkan apresiasinya terhadap dewan, yang telah mengundangnya dan jajaran, untuk hadir dalam RDP dan menjelaskan secara detail soal air bersih.
Yoga menjelaskan, air bersih di Mimika ini memang sudah ada sejak 2012, namun dalam perjalanannya penganggaran yang diberikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika tidak terlalu maksimal.
“Pada 2014 direview perencanaannya (program air bersih), dapatlah angka dengan nilai kurang lebih 300 miliar sekian untuk air PAM di perkotaan. Nah, berjalan waktu, tetap juga dianggarkan tapi tidak maksimal juga, sehingga pembangunan yang ada dibangun sesuai kondisi riil anggaran yang diberikan,” paparnya.
“Akhirnya tahun 2022 direview karena terjadi lonjakan-lonjakan harga barang sehingga direview lagi, dapatlah angka kita di 500 sekian miliar, saya tidak hafal persis, Kenapa 500 sekian miliar itu didapat? Karena tadi, itu untuk meng-cover kurang lebih 50.000 pelanggan di Kota Timika,” imbuhnya.
Yoga memaparkan, dari perencanaan anggaran total 500 miliar tersebut, anggaran yang dikucurkan pemkab total baru 57 persen, sehingga masih kurang sekitar 43 persen lagi.
“Nah, berarti masih ada 40 sekian persen yang belum ter-cover anggarannya, sekitar 242 miliar. Ya, itu belum ter-cover. Kalau itu di-multiyear-kan dari awal mungkin sudah selesai, karena kan 300 sekian miliar saja,” katanya.
Menurut Yoga, anggaran yang dikucurkan pemkab setiap tahun untuk program air bersih beragam.
“Anggaran yang dikucurkan kan tidak maksimal, Saya tidak hafal nilainya tapi ada yang 6 miliar saja, ada cuma 16 miliar saja, ya bertahap. Akhirnya kan tidak maksimal. Bagaimana kita bisa menjawab dengan nilai yang perencanaan 300 sekian miliar, untuk itu dengan kondisi yang ada saat ini, dengan sisa 242 miliar itu, diharapkan kalau bisa di-multiyear-kan supaya bisa menjawab ini kebutuhan masyarakat,” tutupnya.(Anis Batalotak)

