MIMIKA,(timikabisnis.com) – Sebanyak 133 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PK Hermon Timika resmi disiapkan untuk mengikuti Pendidikan Sistem Ganda (PSG) atau Praktik Kerja Lapangan (PKL) sebagai bagian dari pembelajaran berbasis dunia kerja dan industri.
Program PSG ini menjadi salah satu agenda penting sekolah dalam membekali peserta didik dengan pengalaman kerja nyata sebelum lulus dan memasuki dunia profesional.
Pelepasan siswa peserta PSG tersebut dilakukan secara simbolis dan berlangsung di Aula SMK PK Hermon Timika, Senin (19/1/2025). Pelepasan dilakukan langsung oleh Kepala SMK Hermon Timika dan disaksikan oleh pihak yayasan, para guru, orang tua siswa, serta perwakilan dari perusahaan dan instansi mitra tempat pelaksanaan PSG.
Momen pelepasan ini menjadi penanda dimulainya secara resmi pelaksanaan PSG bagi para siswa, sekaligus bentuk dukungan bersama antara sekolah, orang tua, yayasan, dan dunia industri dalam menyiapkan generasi muda yang siap kerja.
Ketua Panitia PSG, Yani Fransiska Saklil, ST, dalam laporannya mengatakan bahwa praktik kerja industri merupakan program wajib yang harus diikuti oleh seluruh siswa sesuai bidang keahlian masing-masing.
“PSG adalah bagian dari sistem pendidikan ganda yang mengintegrasikan pembelajaran di sekolah dengan praktik langsung di dunia kerja. Melalui program ini, siswa diharapkan memperoleh pengalaman nyata di lapangan,”ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan PSG akan berlangsung selama enam bulan. Para siswa akan ditempatkan di berbagai instansi pemerintah maupun perusahaan swasta sesuai dengan kompetensi keahlian mereka.
Adapun siswa yang mengikuti PSG berasal dari empat jurusan, yakni Teknik Alat Berat sebanyak 52 siswa, Geologi Pertambangan 30 siswa, Teknik Jaringan dan Komputer 36 siswa, serta Manajemen Bisnis dan Perkantoran 15 siswa, dengan total keseluruhan mencapai 133 siswa.
Kepala SMK PK Hermon Timika, Yuliana Balesi, S.Th., M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa SMK PK Hermon Timika memiliki tanggung jawab besar dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja, berdaya saing, serta memiliki karakter yang baik.
“Melalui PSG, siswa tidak hanya dituntut untuk mampu menerapkan ilmu yang telah dipelajari di sekolah, tetapi juga belajar beradaptasi dengan lingkungan kerja, budaya industri, serta tuntutan profesionalisme,” katanya.
Ia menegaskan bahwa selama mengikuti PSG, para siswa diminta untuk menjaga sikap, etos kerja, serta perilaku karena hal tersebut mencerminkan citra diri dan nama baik sekolah.
“Kalian membawa nama sekolah. Oleh karena itu, tunjukkan sikap yang baik, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama. Yang dibentuk saat ini bukan hanya keterampilan, tetapi juga karakter, moral, dan etika,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yuliana berharap pengalaman selama PSG dapat menjadi bekal berharga bagi siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja di masa depan.
“Kami percaya pengalaman ini akan membuka wawasan siswa tentang realitas dunia kerja yang sesungguhnya dan membantu mereka menentukan langkah ke depan,” ujarnya.
Dikatakan Yuliana bahwa ratusan siswa yang mengikuti PSG akan ditempatkan di berbagai perusahaan dan instansi yang telah menjalin komunikasi dan kerja sama dengan pihak sekolah.
“Sebanyak 133 siswa ini akan tersebar di sejumlah perusahaan mitra, baik yang berada di Kabupaten Mimika, maupun di luar daerah seperti Kalimantan dan Halmahera. Penempatan ini disesuaikan dengan kompetensi keahlian masing-masing siswa,” jelasnya.
Ia menambahkan, penempatan di luar daerah merupakan bentuk kepercayaan dunia industri terhadap SMK PK Hermon Timika, sekaligus menjadi tantangan bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan, kemandirian, dan karakter yang baik.
“Di mana pun kalian ditempatkan, tetap jaga nama baik sekolah. Tunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja yang baik, karena itu akan menjadi penilaian utama dunia industri,” tegas Yuliana.
Sementara itu, Ketua Yayasan Hermon Timika Yulian Solossa, yang diwakili oleh Valentina Waromi, ST, turut menyampaikan harapan agar para siswa dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan PSG dengan penuh kesungguhan dan tanggung jawab.
“Kami dari yayasan berharap anak-anak dapat menjalani PSG dengan baik, mengikuti setiap proses yang ada di tempat praktik, serta tetap menunjukkan sikap dan etika yang baik,” katanya.
Ia juga meminta pihak perusahaan dan instansi tempat praktik untuk membimbing para siswa selama menjalani PSG.
“Mohon bina anak-anak kami seperti anak sendiri. Jika ada kesalahan, mohon ditegur. Jika ada kelalaian dalam tugas dan tanggung jawab, mohon diingatkan agar mereka dapat belajar dan menjadi lebih baik,” ujarnya.
Dari pihak dunia industri, Giog Rahmatullah, selaku ESR Officer PT United Tractors, menyampaikan bahwa SMK PK Hermon Timika merupakan salah satu sekolah binaan perusahaan sejak Agustus 2025.
Ia mengapresiasi pelaksanaan PSG sebagai langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap kerja.
“Kami berharap adik-adik siswa dapat berpikir aktif, menunjukkan inovasi, serta mampu memberikan kontribusi positif sesuai dengan bidang keahlian masing-masing,” katanya.
Menurutnya, dunia industri tidak hanya membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga sikap dan kinerja yang baik.
“Perusahaan tidak hanya mencari orang pintar. Orang pintar bisa dicari, tetapi sikap, etika, dan tanggung jawab adalah nilai pribadi yang sangat menentukan keberhasilan seseorang di dunia kerja,” pungkasnya. (Anis Batalotak)

