Pemuka Agama : Gunakan Hak Pilih-Cegah Hoax

“Kami akan gelar kegiatan itu dalam bulan ini yang nantinya akan dihadiri oleh para tokoh lintas agama dari lima agama yang ada di Kabupaten Mimika. Kiranya pesan agar semua warga menggunakan hak pilih, tidak golput, cegah hoax dan jaga kamtibmas disampaikan kepada seluruh masyarakat sampai di pelosok-pelosok pedalaman” |¬† Pendeta Donald Salima

Timika (timikabisnis.com) – Pemuka agama yang merupakan Ketua Klasis Gereja Protestan Indonesia (GPI) Mimika, Papua Pendeta Donald Salima mengistruksikan jemaatnya dan warga Mimika pada umumnya agar menggunakan hak pilih saat Pemilu Serentak 17 April 2019 dan tidak menyebarkan berita bohong alias hoax.

“Seluruh warga jemaat diharapkan menggunakan hak pilih pada tanggal 17 April 2019 sebagai perwujudan iman mereka kepada satu pilihan. Tidak boleh golput serta mencegah penyebaran informasi hoax melalui media sosial yang berpotensi memecah belah kehidupan umat beragama, bangsa dan negara,” kata Pendeta Donald.

Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Mimika itu mengatakan para tokoh lintas agama dari lima agama di Mimika sudah berkomitmen untuk menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah itu agar penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019 lancar dan sukses.

Beberapa waktu ke depan, katanya, FKUB Mimika akan memfasilitasi deklarasi pernyataan sikap bersama sebagai komitmen untuk menyukseskan Pemilu Serentak 2019.

“Kami akan gelar kegiatan itu dalam bulan ini yang nantinya akan dihadiri oleh para tokoh lintas agama dari lima agama yang ada di Kabupaten Mimika. Kiranya pesan agar semua warga menggunakan hak pilih, tidak golput, cegah hoax dan jaga kamtibmas disampaikan kepada seluruh masyarakat sampai di pelosok-pelosok pedalaman,” ujar Pendeta Donald.

Para pemuka agama di Mimika, katanya, memberi kepercayaan penuh kepada para penyelenggara baik KPU bersama jajaran di bawahnya maupun Bawaslu bersama jajaran di bawahnya untuk menjunjung tinggi integritas, profesionalitas, netralitas, independensi, keterbukaan, kejujuran dan keadilan dalam penyelenggaraan Pemilu 2019 di Mimika.

“Persoalan yang dihadapi setiap penyelenggaraan Pemilu sebelum-sebelumnya di Mimika yaitu ada pada penyelenggara, bukan ada pada caleg dan partai politik. Jadikan aturan sebagai pijakan atau rujukan dalam membuat sebuah keputusan sehingga penyelenggaraan Pemilu kali ini bisa berjalan dengan baik tanpa menimbulkan polemik yang berkepanjangan,” tutur Pendeta Donald.

Ia berharap 400-an caleg yang akan berkompetisi pada enam daerah pemilihan (dapil) untuk duduk pada 35 kursi DPRD Mimika dapat berkompetisi secara sehat dan memiliki jiwa ksatria untuk mengakui kemenangan lawan yang mendapat dukungan mayoritas dari warga.

“Kami percaya dengan para penyelenggara yang baru saat ini baik komisioner KPU Mimika maupun komisioner Bawaslu Mimika. Mereka orang-orang muda, memiliki integritas. Kami sudah beberapa kali berdiskusi dengan mereka. Kami mendapat gambaran bahwa mereka mampu menyelenggarakan Pemilu kali ini lebih baik dari sebelum-sebelumnya,” ujar Pendeta Donald. (gby)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *