MIMIKA, (timikabisnis.com)– Bupati Mimika, Johannes Rettob memberikan tanggapan terkait isu penerapan Work From Home (WFH) yang belakangan ramai dibahas di tingkat nasional.
Saat ditemui pada Senin (30/3/2026) di kantor Bappeda, Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada surat resmi maupun edaran dari pemerintah pusat yang mengatur kebijakan tersebut untuk diterapkan di daerah.
Menurutnya, informasi mengenai WFH yang beredar sejauh ini baru berasal dari pemberitaan di media, khususnya terkait sejumlah langkah kementerian dalam melakukan efisiensi, termasuk kebijakan bekerja dari rumah guna menghemat penggunaan bahan bakar.
JR menjelaskan bahwa kebijakan tersebut belum sampai ke pemerintah daerah, sehingga belum dapat menjadi dasar pengambilan keputusan di Mimika. Ia pun menekankan pentingnya menunggu arahan resmi sebelum mengambil langkah lanjutan.
” Sampai saat ini belum ada surat resmi, belum ada surat edarannya sampai hari ini. Memang kita dengar di kementerian sudah melakukan WFH sebagai bagian dari efisiensi, termasuk untuk penghematan bahan bakar, tetapi itu belum sampai ke pemerintah daerah,” ucapnya.
Di sisi lain, ia memastikan bahwa kondisi ketersediaan bahan bakar di wilayah Mimika masih dalam keadaan aman. Berdasarkan hasil pengecekan dari Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta pihak Pertamina, stok berbagai jenis bahan bakar seperti avtur, minyak tanah, bensin, dan solar mencukupi untuk kebutuhan beberapa hari ke depan.
Ia menyebutkan bahwa stok yang tersedia saat ini diperkirakan aman hingga 12 hari ke depan, dengan tambahan pasokan yang dijadwalkan masuk dalam waktu dekat.
” Stok kita masih aman untuk 12 hari ke depan. Ini bukan berarti tidak ada pasokan, tapi berdasarkan kuota yang ada. Tanggal 1 sudah masuk lagi, tinggal kapal datang dan distribusi dilakukan, jadi tidak ada masalah,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah memastikan belum ada urgensi untuk menerapkan kebijakan WFH di Mimika, terutama yang berkaitan dengan penghematan bahan bakar, karena ketersediaan masih terjaga dengan baik. (Lyddia Bahy).

