MIMIKA,(timikabisnis.com) – Konflik antar kelompok Dang dan Newegalen di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, resmi berakhir dengan damai.
Perdamaian tersebut dicapai dalam pertemuan yang melibatkan kedua kelompok/kubu, Pemerintah Kabupaten Mimika, Pemerintah Kabupaten Puncak, TNI – Polri, tokoh gereja, serta Pemerintah Distrik Kwamki Narama. Pertemuan berlangsung di Pendopo Rumah Negara, Jalan SP3, Mimika, Jumat (9/1/2026).
Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengatakan bahwa pemerintah telah memfasilitasi sejumlah pertemuan hingga akhirnya kedua belah pihak sepakat mengakhiri konflik secara damai.
Kesepakatan tersebut memuat komitmen bersama bahwa kejadian serupa tidak terulang lagi. Dalam kesepakatan tersebut juga ditegaskan bahwa setiap pelanggaran akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kesepakatan ini bukan hanya inisiatif pemerintah, tetapi juga merupakan komitmen bersama dari kedua kelompok yang sebelumnya bertikai,” ungkapnya.
Rencananya, surat pernyataan perdamaian akan ditandatangani di lokasi perbatasan antara kedua kelompok. Prosesi penandatanganan akan disertai dengan pelaksanaan adat patah panah dan belah kayu sebagai simbol berakhirnya konflik secara adat.
“Penandatanganan dan prosesi adat akan dilaksanakan pada hari Senin (12/1) pukul 10.00 WIT di lokasi yang telah disepakati bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Puncak, Naftali Akawal, menyampaikan bahwa keterlibatan pemerintah dari kedua daerah merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan masyarakat.
“Kami bersama semua pihak turut mengambil bagian dalam proses penyelesaian konflik ini. Dengan kehadiran pemerintah, kedua kelompok telah menyatakan damai,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif sehingga konflik dapat diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan.(Redaksi)

