Timika (timikabisnis) – Ketua Kerukunan Keluarga Besar Jayawijaya (KKBJ) Kabupaten Mimika Marthinus Walilo, menghimbau kepada masyarakat Mimika khususnya suku Dani dan suku Mee agar persoalan yang terjadi di Nabire tidak dibawah ke Timika.
“ Perebutan lahan antara suku Dani dan suku Mee yang terjadi di Paniai agar persoalan tersebut tidak dibawah ke Timika, kita jaga keamanan bersama” katanya.
Pihak-pihak tertentu bisa memanfaatkan masalah ini dengan mengadu domba antara masyarakat di Kabupaten Mimika, persoalan disana selesaikan disana saja, kami dua suku ini sebenarnya bersaudara, hanya persoalan lahan yang mana persoalan ini tidak diselesaikan dengan baik ahirnya ada perlawanan (perang suku) sehingga menimbulkan korban.
Walilo juga berpesan untuk bersama mendoakan agar masalah ini cepat selesai.
“Jadi masyarakat kami yang ada dikabupaten Mimika jaga keamanan bersama, menjadi kewajiban kita untuk mendoakan bersama agar masalah ini cepat selesai” katanya.
Pihak keamanan dan forkopimda serta pemerintah daerah berusaha meredam konflik dengan melakukan mediasi-mediasi terhadap pihak-pihak yang bertikai untuk mencari jalan penyelesaiannya.
“sekali lagi saya menghimbau agar kita jangan terpengaruh situasi yang terjadi disana, kita bekerja seperti biasa kita mendoakan agar masalah tersebut bisa selesai” kata Walilo yang juga sebagai anggota DPRD Mimika.
Sebelumnya beredar kabar terjadi perebutan lahan antara Suku Dani dan Suku Mee di Kampung Topo dan Urumusu, Kecamatan Uwapa Kabupaten Nabire yang menyebabkan jatuhnya dua orang korban. (don)

