Kepala Distrik Miru Larang Orangtua Nayaro Bawa Anak ke Timika Saat Jam Sekolah

MIMIKA, (timikabisnis.com)- Kepala Distrik Mimika Baru, Joel Daniel Luhukay, mengingatkan para orang tua siswa di Kampung Nayaro agar tidak membawa anak-anak mereka ke Timika pada saat jam sekolah.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya laporan dari para guru terkait masih banyaknya siswa yang meninggalkan kegiatan belajar mengajar karena ikut orang tua berjualan di pasar.

Menurut Joel, persoalan ini sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Namun, ia baru menerima keluhan secara langsung ketika bertemu dengan para guru dari Nayaro beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan tersebut, para guru menyampaikan keprihatinan mereka atas kondisi disiplin siswa yang dinilai mempengaruhi proses pembelajaran di sekolah.

” Sebenarnya ini sudah lama terjadi, tetapi karena saya baru bertemu dengan guru-guru dari Nayaro dan mereka mengeluhkan langsung kepada saya, maka hal ini perlu segera ditindaklanjuti,” ujar Joel saat diwawancarai beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, kebiasaan sebagian orang tua yang membawa anak-anak ikut berjualan ke pasar di Timika pada pagi hari berdampak langsung pada tingkat kehadiran siswa. Akibatnya, banyak anak tidak mengikuti pelajaran secara penuh, bahkan ada yang sama sekali tidak masuk sekolah.

Pendidikan, kata Joel merupakan prioritas utama yang tidak boleh diabaikan. Ia mengingatkan para orang tua agar lebih memperhatikan masa depan anak-anak dengan memastikan mereka tetap berada di sekolah selama jam pelajaran berlangsung.

Selain itu, dalam meningkatkan keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah, pihak sekolah akan berencana membangun pagar sekolah. Meski demikian, Joel menilai bahwa langkah fisik seperti pembangunan pagar bukanlah solusi utama.

“ Yang paling penting adalah kesadaran orang tua. Anak-anak harus tetap berada di sekolah selama jam belajar. Itu yang utama,” tegasnya.

Sebagai bentuk tindak lanjut, Joel mengaku telah berkoordinasi dengan pihak pengawal bus masyarakat Nayaro yang beroperasi setiap pagi dan sore hari. Ia meminta agar tidak ada anak sekolah yang diizinkan ikut turun ke Timika pada saat jam belajar, kecuali pada hari libur.

“Saya sudah sampaikan kepada pihak yang mengawal bus masyarakat, jangan membawa anak sekolah ke Timika saat jam belajar. Kecuali hari libur, itu tidak masalah,” pungkasnya. (Lyddia Bahy).

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *