MIMIKA,(timikabisnis.com) – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI), menggelar Ibadah Syukur Lepas Sambut Tahun 2025–2026 sebagai momentum untuk memulai tahun baru dengan semangat dan komitmen yang diperbarui.
Kegiatan yang berlangsung di Pelabuhan YPMAK, Poumako, Jumat (30/1/2026), dihadiri oleh seluruh jajaran internal organisasi YPMAK.
Ibadah syukur dipimpin oleh Pastor Didimus. Suasana berlangsung khidmat saat Pastor Didimus menyampaikan Firman Tuhan serta pesan-pesan rohani yang mengajak seluruh karyawan untuk memperkuat iman dan pengharapan dalam menjalani tugas pelayanan.
Dalam homilinya, Pastor Didimus mengingatkan pentingnya melibatkan Tuhan dalam setiap perjalanan hidup, baik di tempat tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Pengalaman sepanjang tahun 2025, menurutnya, hendaknya dijadikan sebagai pembelajaran untuk melangkah lebih baik di tahun 2026. Hal-hal yang tidak baik perlu ditinggalkan dan tidak diulangi.
“Pengalaman yang tidak baik harus kita tinggalkan. Di tahun 2026, kita harus berjalan bersama Tuhan dalam setiap aktivitas hidup sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga menekankan agar seluruh karyawan hidup dalam kasih Tuhan, menjalani kehidupan dengan kesederhanaan, serta senantiasa mengandalkan Tuhan dalam setiap perjuangan hidup.
Sementara itu, Ketua Pengurus YPMAK, dr. Leonardus Tumuka, mengapresiasi kinerja seluruh karyawan sepanjang tahun 2025 yang telah menunjukkan dedikasi dalam melayani masyarakat Amungme, Kamoro, serta lima suku kekerabatan lainnya.
Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh karyawan untuk bersyukur atas perjalanan yang telah dilalui pada tahun 2025, sekaligus memohon berkat Tuhan bagi seluruh program dan pekerjaan yang akan dilaksanakan pada tahun 2026.
“Kesuksesan di tahun lalu merupakan hasil kerja sama dan kolaborasi semua pihak, baik karyawan, staf, mitra strategis, maupun masyarakat. Saya berharap hal ini terus terjaga agar masyarakat dapat hidup lebih baik dan target yang telah ditetapkan dapat terwujud,” ungkapnya.
Menurutnya, kerja sama dan kolaborasi menjadi kunci utama dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sehingga seluruh program yang direncanakan pada tahun 2026 dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata.
“Di tahun ini kita telah mencanangkan beberapa program, dan itu hanya bisa tercapai jika kita bekerja sama. Semua tidak akan terwujud jika kita tidak bergerak dan berjalan bersama-sama,” ujarnya.
Leonardus menegaskan bahwa keberhasilan program YPMAK pada tahun 2025 merupakan hasil sinergi antara pengurus, staf, masyarakat, dan mitra strategis.
Mengawali tahun 2026, Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan disiplin dan etos kerja di lingkungan YPMAK.
“Saya menerima laporan masih ada karyawan yang tidak masuk kantor, datang dalam keadaan mabuk, bahkan tidak bekerja tetapi tetap menerima gaji. Di tahun ini semua itu harus ditinggalkan. Jadikan lingkungan kantor sebagai tempat yang nyaman untuk bekerja,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh karyawan untuk senantiasa mengandalkan Tuhan dalam setiap pekerjaan dan karya pelayanan yang dilakukan.
“Mudah-mudahan di tahun ini kita dapat terus bergandengan tangan, saling mendukung, sehingga semua upaya baik dan target yang telah ditetapkan dapat terwujud,” pungkasnya. (Lyddia Bahy)

