Harga Mahal Dan Datangkan Dari Luar, Wabup Jhon Rettob Canangkan Warga Mimika Menanam Cabe

Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob saat menunjukkan rica dari hasil percontohan dari mahasiswa Uncen kelas Timika yang melakukan KKN dengan membuat tanaman rixa secara polibek/Foto : husyen opa

TIMIKA, (timikabisnis.com) – Harga cabe yang harganya meroket dan terpaksa harus mendatangkan dari luar Timika, karena itu Wakil Bupati (Wabup) Mimika, Johanes Rettob,S.Sos, M.Si mengajak sekaligus mencanangkan gerakan menanam cabe bagi warga kabupaten Mimika.

Seruan tersebut disampaikan Wabup Jhon Rettob kepada Kepala Kampung dan aparat serta warga kampung Limau Asri Barat, distrik Iwaka, kabupaten Mimika  saat meresmikan perpustakaan mini dan green house pada Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa jurusan Ilmu Ekonomi Fakulstas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cendrawasih (Uncen) kelas Timika di Kampung Limau Asri Barat, Senin (20/9/2021).

“Sekarang harga cabe di Timika mencapai Rp 120 ribu perkilo dan harus mendatangkan dari luar Timika seperti dari Manado dan daerah lainnya, padahal setiap warag Mimika kalau mau menanam cabe tak perlu halaman yang luas. Sehingga kebutuhan akan cabe di Mimika bisa terpenuhi dengan harga murah,”tutur Wabup Jhon Rettob.

Dirinya pada saat di Kampung Mulia Kencana (SP7) sudah mencanangkan untuk menanam cabe dimana dalam satu bulan bisa melakukan panen sebanyak empat kali dengan satu kali panen bisa menghasilkan 20 kilogram.

“Contoh seperti masyarakat di SP7, mereka menanam cabe dan dalam satu bulan empat kali panen, dan satu kali panen menghasilkan 20 kilogram. Atinya dalam sebulan sudah mendapatkan 80 kilogram, dengan harga jual cabe, Rp 50.000 Perkilo, berarti penghasilan mereka dalam sebulan Rp 4.000.000 pada setiap rumah. Lumayan untuk mendatangkan penghasilan keluarga,”katanya.

Ia mengaku warga jangan takut untuk bagaimana menjual cabe, karena sudah pasti banyak yang akan menampung atau membelinya.

“Tidak usah takut untuk menjual cabe dimana, tetapi ada orang yang akan beli dan tampung. Cabe itu jangan tanam di pasir, tetapi tanam di polibek,”ajak Wabup.

Wabup meminta kepada kepala Kampung Limau Asri Barat untuk bisa menggalakkan atau menyerukan kepada setiap kepala keluarga untuk mulai menanam cabe dilahan maupun di halaman rumah.

“Saya tantang kepala kampung Limau Asri Barat, kalau saya berkunjung ke sini lagi nanti saya mau lihat apakah warga sudah menanam cabe. Sebab dengan menanam cabe sudah bisa mendatangkan penghasilan dan pendapatan bagi keluarga,”ungkapnya. (opa)

 

 

 

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *