MIMIKA,(timikabisnis.com) – Pelayanan kesehatan di Kampung Nayaro, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, sempat terhenti setelah terjadi insiden pengancaman terhadap tenaga kesehatan oleh sejumlah warga yang diduga dalam kondisi mabuk.
Peristiwa itu terjadi pada 6 Januari 2026. Ancaman verbal yang diterima petugas membuat mereka merasa tidak aman untuk melanjutkan pelayanan. Kepala Puskesmas Timika kemudian memutuskan menarik sementara seluruh tenaga kesehatan dari Nayaro hingga situasi dinilai kondusif.
Akibat penghentian sementara tersebut, masyarakat Nayaro mengalami kesulitan mengakses pelayanan medis. Keterbatasan transportasi membuat warga harus menempuh perjalanan lebih jauh ke Timika untuk mendapatkan layanan kesehatan.
Menindaklanjuti kejadian itu, Kepala Distrik Mimika Baru, Joel Daniel Luhukay, SE., menggelar rapat koordinasi bersama pihak Puskesmas Timika, aparat kampung, serta perwakilan PT Freeport Indonesia yang selama ini turut mendukung pelayanan bagi masyarakat setempat.
Dari hasil mediasi, para pelaku pengancaman menandatangani surat pernyataan dan berjanji tidak mengulangi perbuatan serupa, baik terhadap tenaga kesehatan maupun tenaga pendidik yang bertugas di Kampung Nayaro.
“Mereka berkomitmen tidak akan mengulangi tindakan tersebut. Keamanan petugas menjadi prioritas agar pelayanan bisa kembali berjalan,” ujar Joel usai pertemuan di Kantor Distrik Mimika Baru, Jumat (20/2/2026).
Sebagai bagian dari solusi, Puskesmas Timika dan pemerintah kampung juga menyepakati nota kesepahaman (MoU) sebagai dasar pemulihan layanan kesehatan setelah kondisi dinyatakan aman.
Selain itu, Pemerintah Distrik Mimika Baru memperketat pengawasan terhadap warga yang bepergian dalam kondisi mabuk. Koordinasi dilakukan dengan petugas pengawal bus yang melayani rute dari dan menuju Timika.
“Warga yang dalam keadaan mabuk tidak diperbolehkan naik bus. Jika ditemukan di dalam kota, segera dilaporkan untuk diamankan sementara di Polsek Mimika Baru,” tegasnya.
Joel menilai, sejumlah persoalan di kampung kerap dipicu oleh warga yang kembali dalam kondisi mabuk. Karena itu, pengawasan dan kerja sama semua pihak dinilai penting untuk menjaga ketertiban.
Pelayanan kesehatan di Kampung Nayaro direncanakan kembali beroperasi paling lambat awal bulan depan. Pemerintah distrik bersama Puskesmas Timika akan mengantar kembali para tenaga kesehatan secara resmi sebagai simbol pemulihan situasi.
Pemerintah berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjaga keamanan dan ketertiban agar pelayanan kesehatan dan pendidikan di Kampung Nayaro dapat berjalan berkelanjutan.(Lyddia Bahy)

