Bentuk Tim Pendataan Turun ke RT-RT Jaring Kasus Stunting

Timika (timikabisnis) – Dalam rangka menjaring kasus stunting yang terjadi di Kampung Mawokauw Jaya, Pemerintah Kampung Mawokauw Jaya, akan menerjunkan tim pendataan ke RT-RT untuk menjaring sebanyak-banyaknya anak-anak yang terpapar stunting sejak lahir.
stunting secara sederhana dapat dipahami bahwa tumbuh kembang anak yang terhambat sehingga membuat anak jadi kerdil, pertumbuhan inteligencinya terhambat. Intinya anak bertumbuh tidak sesuai umurnya. Kalau anak normal dia tumbuh sehat, tumbuh tinggi dan tumbuh besar, tapi anak stanting, dia kerdil dan lambat tumbuh pertumbuhannya.

Kepala Kampung Mawokauw Jaya, Edison Rafra saat ditemui di kantornya, Rabu (21/10) mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Puskesmas Wania soal teknis untuk turun pendataan seperti apa. Termasuk petugas kesehatan dari puskesmas juga harus turun sama-sama waktu pendataan di lapangan.

Untuk program stunting, Pemerintahan Kampung Mawokauw Jaya telah mengalokasikan dana Rp50 juta untuk kebutuhan warga yang anaknya yang terpapar stunting. Diharapkan petugas kesehatan dari puskesmas turun menyebarluaskan informasi soal stunting kepada warga supaya warga mengerti dana dapat mencegag dari sekarang. Terlebih kepada anak-anak mereka dan remaja putri dapat mengikuti program ini secara baik.

Edison menjelaskan, jika pemerintah telah menetapkan dua kampung ini maka fokus program dan kegiatan harus benar-benar masuk ke Mawokauw Jaya dan Nawaripi. Pemkab Mimika melalui Dinas Kesehatan, jika ada program yang masuk ke dua kampung ini dapat berkoordinasi dengan kadistrik, Puskesmas Wania dan aparat kampun, sehingga program ini dapat berjalan baik dan bisa berlanjut ditahun-tahun mendatang.

Bicara stunting (orang kerdil) bukan bicara hari ini, tapi harus ada rencana yang terprogram secara baik. Program harus sampai ke masyarakat, remaja putri, ibu hamil, anak-anak sekolah. Kemudian ada edukasi pada aparat kampung dan tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, para pemuda dan remaja putri. Perlu dilakukan sosialisasi ketersediaan pangan bergizi sehingga, persiapan pasangan muda sebelum memasuki usia pernikahan, gizi yang baik kepada ibu hamil, ibu melahirkan dan ibu menyusui, anak sekolah PAUD/TK / SD sehingga gizi mereka cukup agar mereka tidak terpapar stunting.

“ Jika Pemkab Mimika mengumumkan dua kampung ini dengan presentase 24 persen, setidaknya sejak awal sebagai aparat kampung juga harus tahu dan bukan dengar atau tahu dari media. Tapi kami tidak mepersoalkan itu demi kebaikan bersama kami menerima semua keputusan berkaitan dengan penanganan stunting di kampung kami. Melalui pendataan nanti kami akan tahu berapa populasi warga kami yang terpapar dan penanganan secara klinisnya seperti apa. Aparat kampung telah menetapkan anggaran Rp50 juta untuk membiayai semua kebuutuhan dalam pencegahan stanting ini,” terang Edison.

Untuk atasi ini Edison mengusulkan dengan adanya masalah ini jangan biarkan pemerintah kampung, distrik dan puskesmas jalan sendiri, aparat Pemkab Mimka harus turun keroyokan mulai dari urusan medisnya, urusan lingkungannya, urusan perumahan, urusan sosial, urusan pendidikan, dan urusan pengembangan manusianya. (tim)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *