MIMIKA, (timikabisnis.com)- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa dari Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) milik Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PTFI dalam ajang Jakarta Drum Corps Internasional- Drumline Battle (JDCI) di Jakarta beberapa waktu lalu.
Dukungan PT Freeport Indonesia melalui program kemitraan telah membuka jalan bagi anak-anak Sekolah Asrama Taruna Papua untuk mengekspresikan identitas budaya mereka.
Ajang Bergengsi JDCI merupakan salah satu kompetisi marching band dan drumband paling bergengsi di Indonesia dengan peserta dari berbagai daerah bahkan dari berbagai negara termasuk 14 anak dari SATP.
Kesempatan untuk tampil di panggung besar dengan atmosfer kompetisi yang luar biasa membawa anak-anak Marching Band Shimpony Amor SATP kembali menggenggam prestasi sebagai juara favorit.
Kepala UPT Seni SATP, Aurelia Marshal mengaku bangga dengan prestasi yang telah diraih para siswa SATP dalam salah satu ajang bergengsi yang terjadi di Jakarta beberapa waktu lalu yang dihadiri berbagai daerah bahkan negara seperti Malaysia, Singapura dan Tiongkok.
Sebagai band yang sering wara-wiri di Timika, ucap Aurelia dari segi musikalitas saya cukup bangga untuk mengatakan penampilan mereka diatas rata-rata.
Perjalanan panjang yang dilewati dari segi waktu, latihan, tenaga akhirnya terbayarkan dengan penampilan yang memukau semua mata yang menyaksikan.
” Ini pengalaman yang luar biasa bagi anak-anak. Mereka tampil dengan sangat apik bahkan di luar ekspektasi kami, walau sehari sebelum tampil anak-anak mengalami kondisi yang tidak fit,” kata Aurelia.
Tak lupa Aurelia juga mengungkapkan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada PTFI yang telah memberikan dukungan penuh serta akomodasi selama kompetisi ini berlangsung.
” Terimakasih tak terhingga kepada PTFI yang telah mendukung dan memfasilitasi semua kebutuhan kami mulai dari berangkat hingga kami kembali pulang ke tanah Papua dengan selamat,”
Senada juga disampaikan coach Christian Gosal. Ia mengatakan penampilan anak-anak pada kompetisi internasional ini sangat luar biasa. Walaupun awalnya rasa gugup sempat melanda, namun akhirnya dengan semangat dan harapan positif mereka tampil dengan sangat apiknya.
” Tapi untuk pertama kali, saya rasa anak-anak sangat luar biasa tampil di ajang internasional ini. Saya bangga dengan hasil yang dicapai anak-anak kita tinggal ke depannya bagaimana caranya untuk tetap memberikan dukungan dan semangat untuk lebih bagus lagi,” timpal Christian.
Sementara itu, Kepala SATP, Sonianto Kuddi mengucapkan terimakasih kepada YPMAK dan PTFI yang telah mendukung penuh demi terlaksananya kompetisi bergengsi ini.
Ucapan yang sama juga Sonianto sampaikan kepada UPT Seni yang mendesain kemudian melaksanakan program ini sehingga berjalan dengan baik.
” Ini adalah bagian daripada mewujudkan visi-misi Sekolah Asrama Taruna Papua
yaitu untuk mendidik anak-anak agar bisa berkompetisi secara global.Ini bukan hanya sebatas kompetisi, tetapi Papua hadir dalam berkarya dan berprestasi,” ungkap Sonianto.
Partisipasi mereka di panggung internasional adalah bukti bahwa budaya Papua yang kaya akan ritme, harmoni, dan semangat kolektif dapat berdialog dengan dunia melalui musik. Drumline battle ini menjadi simbol bahwa anak-anak Papua mampu mengangkat harkat dan martabat daerahnya, sekaligus menunjukkan bahwa seni dan budaya lokal dapat bersaing di tingkat global. (Lyddia Bahy).

