Timika (timikabisnis) – Tokoh masyarakat Toraja Kabupaten Mimika, Daud Bunga, SH mengutuk keras penembakan yang terjadi di Beoga, Kabupaten Puncak, pada hari Kamis dan Jumat ( tanggal 8-9 april ) lalu.
Penembakan ini menyebabkan dua orang guru asal Toraja tewas tertembak.
Hal ini ditegaskan Daud Bunga saat ditemui wartawan di RSUD Timika, Sabtu (10/4).
Daud Bunga menyesalkan, korban adalah guru yang terbaik, yang mengabdi dipedalaman lalu diperlakukan tidak manusiawi.
Daud menghimbau kepada aparat keamanan, selain menjaga diri, juga bisa memproteksi, menjaga keamanan masyarakat di seluruh tanah papua, tanpa terkecuali.
Daud Bunga yang juga Ketua Komisi A Kabupaten Mimika melanjutkan, dalam sebulan ini sudah tiga masyarakat Toraja yang menjadi korban.
“Mereka rakyat sipil, mereka mencari nafkah, mereka hanya menjalankan profesinya sebagai guru, mengapa mendapatkan perlakuan secara tidak manusiawi” sesal Daud.
Untuk itu dia menyerahkan kepada aparat, kami percaya aparat keamanan bisa mengatasi ini.
“Masyarakat Toraja tidak akan melakukan gerakan-gerakan lain, semuanya kami serahkan kepada aparat keamanan” kata Daud Bunga.

Sebelumnya diberitakan dalam dua hari yaitu pada Kamis (8/4) dan Jumat (9/4), dua orang guru yang bertugas di wilayah itu meregang nyawa, tewas tertembak KKB.
Baca Juga : Tangis Pilu Iringi Kedatangan Jenazah Guru Korban Penembakan Di Beoga
Kejadian pertama menimpa almarhum Oktovianus Rayo (42). Guru kontrak yang sudah 10 tahun bertugas di SD Kelmabet, Distrik Beoga itu didatangi sejumlah anggota KKB saat sedang menjaga kiosnya yang menjual aneka bahan kebutuhan pokok.
Kelompok separatis bersenjata itu melepaskan dua kali tembakan ke arah rusuk korban hingga korban rubuh bersimbah darah dan meninggal dunia seketika.
Sehari setelahnya yaitu pada hari Jumat, korban kedua almarhum Yonathan Renden, guru kontrak yang sudah lebih dari dua tahun bertugas di SMP Negeri 1 Beoga, meninggal usai tertembak dua kali di dada kiri dan kanan.
Jenazah almarhum Oktovianus dan Yonathan pada Sabtu siang dievakuasi dari Beoga menuju Bandara Mozes Kilangin Timika dengan penerbangan Dabi Air, milik Pemkab Puncak. (don)

