Timika (timikabisnis) – Dinas Kesehatan (Dinkes) serta semua insan kesehatan saat ini dan menjelang tahun 2021 agar tetap fokus dengan persoalan stanting, kusta, malaria, TB, HIV/AIDS, dan penyakit terabaikan lainnya yang masih tinggi jumlahnya. Persoalan kesehatan tidak hanya fokus tapi perlu direncnanakan secara baik, dengan melibatkan antar sektor yang ada di daerah ini.
“ Saya kaget dengar ada kusta di Yapakopa, Aindua, Tapormai. Saya minta tolong diusulkan dalam rencana anggaran 2021. Baik kusta maupun stanting dan malaria itu bukan hanya urusan kesehatan tapi urusan lintas sektor. Jadi ada peran OPD-OPD lainya, sehingga jangan nonton mari kerja bersama-sama untuk masyatakat kita. Saya ingatkan OPD-OPD jangan kerja sendiri-sendiri tapi libatkan juga OPD yang terkait lainya sesuai tupoksi mereka,” kata Wakil Bupati Mimika, John Rettob, SSos MM pada pada peringatan HKN ke 56 di Grand Mozza, Timika, Kamis (12/11).
Menurut Wabup John, Stanting misalnya Timika bersama dua kabupaten lainya menjadi lokus perhatian penanganannya tahun ini oleh provinsi. Tahun ini pemerintah memberi perhatian khusus ke dua distrik yakni Distrik Wania dan Distrik Mimika Timur Jauh dengan kasus stanting cukup tinggi. Begitu pula dengan kusta, di wilayah Distrik Mimika Barat Jauh harus menjadi konsentrasi penanganan Dinkes dan OPD terkait lainya. Tidak hanya itu kasus-kasus kesehatan ini ada di distrik dan kampung yang lainnya yang harus dicari oleh petugas kesehatan.
Belum lagi kata Wabup John, malaria adalah juga isu kesehatan nasional dimana Mimika masih jadi kasus terbanyak di Indonesia. Salah satu daerah di Provinsi Kepulauan Riau itu dulu dengan kasus malaria terbanyak di Indonesia. Berkat keseriusan pemerintah, dan dua tahun belakangan ini kasusnya turun hanya 3 persen saja. “ Saya ajak semua OPD untuk berkontribusi dalam meminimalisir kasus-kasus kesehatan ini. Misalnya Stanting dan malaria tidak bisa sektor kesehatan kerja sendiri. Sektor kesehata hanya 25 persen, selebihnya ada DPU soal drainase, air bersih, ada Lingkungan hidup, soal lingkungan kotor, sampah tidak dikelola dengan baik, dan Dinas Ketahanan Pangan soal ketersediaan pangan begizi, Dinas Perikanan dan Peternakan, soal ketersediaan ikan dan daging, telur bagi masyarakat. Bicara pangan bukan hanya beras atau ubi-ubian, tapi harus ada ikan, daging dan telur yang dapat dikonsumsi masyarakat,” terang Wabup John.
Wabup John juga berharap Bappeda dapat membuat perencanaan dan memperhatikan usulan-usulan soal penanganan masalah kesehatan masyarakat ini.
Stanting dan malaria menjadi isu nasional dan Mimika jadi lokus. Untuk itu Dinkes silahakan usul dalam program 2021, dengan program terfokus,terarah pada daerah-daerah mana yang paling parah kasusnya.
Mestinya pada hari HKN ini semua pejabat OPD hadir sehingga mereka paham kerja bersama ini. Soal kesehatan yang ada pada Dinkes, puskesmas, rumahsakit pemerintah maupun swasta hanya 25 persen, sisanya ada OPD lainya dan masyarakat. Momen seperti ini semua OPD harus ikut, sehingga bisa dengan tugas dan tupoksi masing-masing. “ Saya ingatkan prioritas program pada stanting, malaria, TB, HIV/AIDS, kusta, dan penyakit bukan menular lainya. Jika Covid 19 kita semua keroyokan dan terlibat aktif, kenapa stanting, malaria dan yang lainnya tidak bisa. Kita bisa dan mari kita mulai,” ajak Wabup John. (don)

