MIMIKA,(timikabisnis.com) – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Mimika mencanangkan Gerakan Orang Tua Asuh Stunting melalui program “Telurku Ada Dua” sebagai upaya memperkuat kepedulian terhadap pemenuhan gizi anak dan pencegahan stunting di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Pencanangan tersebut dirangkaikan dengan kegiatan bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tahun 2026, yang diselenggarakan oleh IDI Wilayah Papua bersama IDI Timika di halaman Puskesmas Mapuru Jaya, Distrik Mimika Timur, Sabtu (24/10/2026).
Sekretaris TP-PKK Kabupaten Mimika, Sara Lisa Rombe Payung, menyampaikan apresiasi kepada IDI Wilayah Papua dan IDI Timika atas dukungan serta komitmennya dalam menyelenggarakan kegiatan bakti sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Sara, organisasi profesi dokter tidak hanya berperan dalam memberikan pelayanan medis, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan serta kualitas hidup masyarakat.
“Dukungan IDI Wilayah Papua dan IDI Timika merupakan bukti nyata bahwa organisasi profesi dokter tidak hanya berperan dalam pelayanan medis, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan serta kualitas hidup masyarakat,” ungkap Sara.
Ia menegaskan bahwa stunting merupakan salah satu persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian serius dan kerja sama dari berbagai pihak. Stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, tetapi juga berkaitan dengan gangguan pertumbuhan yang dapat berdampak pada perkembangan, kemampuan belajar, dan kesehatan anak, serta kualitas sumber daya manusia pada masa depan.
Karena itu, ia mengatakan, Upaya pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah, hingga masyarakat luas. Pemenuhan gizi yang memadai, pemantauan pertumbuhan anak, serta penerapan pola hidup sehat menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Ia menungkapkan,Sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan tersebut, TP-PKK Kabupaten Mimika mencanangkan Gerakan Orang Tua Asuh Stunting melalui program “Telurku Ada Dua”, yang dilaksanakan bersama kegiatan bakti sosial IDI Wilayah Papua dan IDI Timika.
Program ini diawali dengan pemberian telur kepada masyarakat yang hadir, terutama kepada 48 anak yang telah terdata sebagai penerima manfaat. Selanjutnya, gerakan tersebut akan dikembangkan melalui pola pendampingan dengan skema satu anak didampingi satu orang tua asuh, dengan dukungan dan pendampingan dari IDI Timika.
TP-PKK Kabupaten Mimika akan mewadahi gerakan ini melalui pendampingan dan penguatan kepedulian masyarakat terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting.
Sara menjelaskan bahwa program “Telurku Ada Dua” tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan bahan makanan, tetapi juga menjadi simbol kepedulian, kasih sayang, dan tanggung jawab sosial terhadap masa depan anak-anak Mimika.
“Bagi kami, program ini bukan sekadar pemberian bahan makanan, melainkan simbol kepedulian, kasih sayang, dan tanggung jawab sosial terhadap masa depan anak-anak Mimika. Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal,” tegasnya.
Untuk memperluas manfaat gerakan tersebut, Sara mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk individu, komunitas, dunia usaha, dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian sosial, untuk turut mengambil bagian sebagai orang tua asuh bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan.
Menurutnya, keberhasilan pencegahan stunting tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah atau tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan komitmen bersama yang diwujudkan melalui tindakan nyata dan berkelanjutan.
Ia berharap gerakan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak, kesehatan keluarga, serta lingkungan yang sehat. Dengan dukungan yang konsisten dan pendampingan yang terarah, anak-anak di Kabupaten Mimika diharapkan memperoleh kesempatan lebih baik untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
Sara juga berharap anak-anak Mimika dapat tumbuh sehat, cerdas, kuat, dan percaya diri sehingga kelak menjadi generasi penerus yang mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Mari kita cegah stunting demi masa depan anak-anak Mimika. Telurku Ada Dua, kepedulian kita tidak terbatas. Selamat HUT ke-76 Ikatan Dokter Indonesia. Terus mengabdi, terus melayani, dan terus menjadi bagian dari solusi bagi peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya di Kabupaten Mimika,” tutup Sara.(Liddya Bahy)

