Muskab IV IPSI Mimika Jadi Momentum Perkuat Persatuan, IPSI Papua Tengah dan KONI Dorong Prestasi Atlet

MIMIKA,(timikabisnis.com) – Musyawarah Kabupaten (Muskab) IV Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Mimika,Provinsi Papua Tengah menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan antarperguruan, memantapkan konsolidasi organisasi, dan meningkatkan prestasi atlet pencak silat.

Dukungan terhadap penguatan organisasi dan pembinaan atlet tersebut disampaikan KONI Kabupaten Mimika dan Pengurus Provinsi (Pengprov) IPSI Papua Tengah dalam pembukaan kegiatan Muskab IV IPSI Mimika yang berlangsung di Padepokan Perguruan Persinas ASAD, Timika, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Herman Gafur, S.E., bersama unsur KONI Mimika, perwakilan IPSI Papua Tengah, para sesepuh pencak silat, pimpinan perguruan, panitia pelaksana, serta peserta Muskab IV IPSI Kabupaten Mimika.

Muskab IV ini diharapkan melahirkan kepengurusan IPSI Kabupaten Mimika periode 2026 – 2030 yang solid, berintegritas, dan memiliki komitmen kuat untuk memajukan pencak silat serta mempersiapkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di berbagai kejuaraan, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.

Wakil Ketua III KONI Kabupaten Mimika, Anselmus Serat, dalam sambutannya menegaskan bahwa IPSI merupakan salah satu cabang olahraga yang telah menyumbangkan prestasi membanggakan bagi daerah.

Menurutnya, prestasi atlet pencak silat asal Mimika pada PON XX Papua yang lalu harus menjadi motivasi bagi kepengurusan IPSI yang akan datang untuk memperkuat pembinaan dan meningkatkan pencapaian prestasi.

“Dalam catatan kami di KONI Mimika, IPSI ini merupakan salah satu cabang olahraga yang berprestasi. Pada PON XX Papua beberapa waktu lalu, atlet-atlet dari Mimika berhasil meraih medali emas. Harapan kami, kepengurusan yang akan datang bersama jajarannya sebisa mungkin dapat menggenjot lagi pembinaan atlet agar kembali mendulang prestasi,” ujar Anselmus.

Ia berharap IPSI Mimika dapat mempersiapkan atlet-atlet terbaik untuk menghadapi kompetisi mendatang, termasuk PON yang direncanakan berlangsung di Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan DKI Jakarta.

Anselmus juga menyampaikan bahwa KONI Mimika mendorong pendampingan terhadap cabang – cabang olahraga berprestasi melalui dukungan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Karena itu, ia berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara IPSI Mimika, KONI, dan pemerintah daerah untuk mendukung pembinaan atlet secara berkelanjutan.

“Atas nama KONI Mimika, kami mengucapkan selamat bermusyawarah. Semoga kepengurusan yang baru nantinya dapat mencetak atlet-atlet pencak silat yang menjadi kebanggaan Provinsi Papua Tengah, khususnya Kabupaten Mimika,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Harian IPSI Provinsi Papua Tengah, Legono Joko, yang hadir mewakili Ketua Umum Pengprov IPSI Papua Tengah, menekankan pentingnya Muskab sebagai forum strategis untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, memperkuat konsolidasi, dan menyusun program kerja yang terarah.

Dalam sambutannya, Legono menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana, seluruh perguruan pencak silat, dan pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya Muskab IV IPSI Kabupaten Mimika.

Menurutnya, musyawarah kabupaten bukan sekadar agenda untuk memilih ketua dan menetapkan kepengurusan baru, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menyatukan visi serta memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pencak silat.

Ia berharap seluruh peserta mengedepankan semangat persaudaraan, musyawarah untuk mufakat, dan kedewasaan dalam berorganisasi.

Legono mengingatkan bahwa perbedaan pendapat dalam musyawarah merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut hendaknya menjadi kekuatan untuk menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi, bukan justru memicu perpecahan.

“Siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah sebagai ketua dan pengurus hendaknya memperoleh dukungan bersama demi keberlangsungan dan kemajuan IPSI Kabupaten Mimika,” pesannya.

Ia juga mengajak seluruh perguruan pencak silat di Kabupaten Mimika untuk menjaga persatuan dan menghilangkan sekat-sekat yang dapat menghambat perkembangan organisasi.

Menurut Legono, IPSI harus menjadi rumah bersama bagi seluruh perguruan pencak silat, tempat untuk membangun kebersamaan, memperkuat persaudaraan, dan mengembangkan prestasi atlet.

Selain memperkuat persatuan organisasi, Legono menegaskan bahwa IPSI memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian pencak silat sebagai warisan budaya bangsa sekaligus meningkatkan prestasi atlet.

Pencak silat, katanya, tidak hanya merupakan olahraga bela diri, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur, seperti disiplin, keberanian, penghormatan, sportivitas, persaudaraan, dan pengendalian diri.

Karena itu, ia berharap kepengurusan IPSI Mimika periode 2026-2030 nantinya dapat menyusun program pembinaan yang berkelanjutan, termasuk memperkuat pembinaan atlet usia dini, meningkatkan kualitas pelatih dan wasit, serta mempersiapkan atlet terbaik untuk mengikuti berbagai kejuaraan.

Legono juga menekankan pentingnya membangun koordinasi dan sinergi antara IPSI, pemerintah daerah, KONI, dunia pendidikan, serta seluruh pemangku kepentingan olahraga.

Dengan dukungan dan kerja sama tersebut, pembinaan pencak silat di Kabupaten Mimika diharapkan semakin terarah dan mampu melahirkan atlet-atlet yang membanggakan daerah.

Ia berpesan agar seluruh peserta Muskab menjalankan proses musyawarah secara tertib, demokratis, transparan, dan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

Menurutnya, keberhasilan IPSI tidak hanya ditentukan oleh sosok ketua, tetapi juga oleh komitmen seluruh pengurus, perguruan, pelatih, dan atlet untuk bekerja bersama demi kemajuan organisasi.

Sementara itu, Ketua Karateker sekaligus sebagai ketua Panitia Pelaksana Muskab IV IPSI Kabupaten Mimika, Ibnu Hamid, dalam sambutanya menjelaskan bahwa penyelenggaraan musyawarah merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan roda organisasi serta memperkuat konsolidasi internal IPSI di Kabupaten Mimika.

Ia menyampaikan bahwa tugas karateker yang diamanatkan oleh Pengprov IPSI adalah menjaga keberlangsungan organisasi, melakukan konsolidasi dengan seluruh perguruan, serta mempersiapkan musyawarah untuk memilih dan menetapkan ketua umum beserta kepengurusan definitif periode 2026 – 2030.

Menurut Ibnu, proses konsolidasi telah dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi, inklusivitas, dan akuntabilitas agar seluruh potensi perguruan pencak silat di Kabupaten Mimika dapat terakomodasi.

Ia menjelaskan bahwa Muskab IV memiliki sejumlah agenda utama, yakni mengevaluasi perjalanan dan perkembangan pencak silat di Kabupaten Mimika, merumuskan program kerja organisasi untuk masa bakti mendatang, serta memilih dan menetapkan ketua umum secara demokratis dengan mengedepankan asas kekeluargaan.

Ibnu berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan musyawarah dengan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan, sportivitas, dan kaidah pencak silat.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada KONI Mimika, Pengprov IPSI Papua Tengah, seluruh perguruan pencak silat, serta panitia pelaksana atas dukungan dan kerja sama yang telah diberikan sehingga kegiatan tersebut dapat terselenggara.

Melalui Muskab IV ini, IPSI Kabupaten Mimika diharapkan mampu menghasilkan kepengurusan yang solid dan berorientasi pada peningkatan prestasi atlet.(Anis Batalotak)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *