MIMIKA,(timikabisnis.com) – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mimika menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pelaksanaan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Tahun Anggaran 2026 di Aula Keuskupan Bobaigo, SP 2, Kabupaten Mimika. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas personel dan relawan dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Dalam kegiatan tersebut, narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika, Lefinus Siahya, menyampaikan materi mengenai kesiapsiagaan bencana serta pentingnya koordinasi lintas sektor dalam penanganan bencana.
Pembekalan ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai tugas dan tanggung jawab masing-masing unsur yang terlibat dalam penanganan bencana, sehingga koordinasi di lapangan dapat berjalan secara efektif.
Lefinus mengatakan, bencana merupakan peristiwa yang waktu terjadinya tidak dapat diprediksi secara pasti. Karena itu, setiap unsur yang terlibat dalam penanganan bencana harus selalu siap menjalankan tugas sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab masing-masing.
“Bencana ini kapan datang, siapa yang tahu? Tidak ada. Tetapi ketika bencana itu datang, kami dari TRC dan teman-teman Tagana dari Dinas Sosial harus siap,” ujar Lefinus.
Ia menegaskan, kesiapsiagaan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan personel, tetapi juga pemahaman terhadap tugas dan tanggung jawab saat berada di lapangan. Dengan pemahaman tersebut, penanganan bencana diharapkan dapat dilakukan secara cepat, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.
Selain itu, Lefinus mengapresiasi pemahaman peserta mengenai pembagian peran dalam penanganan bencana yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari tim penanggulangan bencana, Tagana, kepolisian, hingga instansi terkait lainnya.
“Target kita itu orang-orang yang siaga. Ketika bencana terjadi, masing-masing sudah mengerti harus berbuat apa dan menjalankan tugasnya,” katanya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Dinas Sosial Kabupaten Mimika diharapkan dapat memperkuat kapasitas personel dan relawan Tagana dalam mendukung upaya penanggulangan bencana. Dengan demikian, koordinasi antarlembaga dapat berjalan lebih baik dan pelayanan kepada masyarakat terdampak dapat dilakukan secara cepat dan tepat sesuai kebutuhan.(Liddya Bahy)

