MIMIKA,(timikabisnis.com) – Delapan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di Provinsi Papua Tengah resmi dilantik. Pelantikan berlangsung di Hotel Cartenz Timika, Sabtu (3/10/2026).
Dalam momentum tersebut dihadiri Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI Manimbang Kahariady,Wasekjen Bidang Kelautan dan perikanan, Prasetya Adhi Patria,Sekretaris Bidang Hilirisasi, Haja Eptati Komarudin,Ketua Koperasi Produsen DPN HKT Diana Widiastuty, Ketua MRP Papua Tengah,Agustinus Anggaibak,serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Mimika.
Delapan DPC HKTI yang dilantik masing-masing berasal dari Kabupaten Deiyai, Intan Jaya, Paniai, Puncak Jaya, Dogiyai, Nabire, Puncak, dan Mimika.
Adapun para ketua DPC yang dilantik yakni Aleks Pigai untuk Kabupaten Deiyai, Septinus Tipagau untuk Intan Jaya, Jemy Kudiai untuk Paniai, Bekias Kogoya untuk Puncak Jaya, Kornelis Kotouiki untuk Dogiyai, Kristovel Mara untuk Nabire, Hanes Labene untuk Puncak, dan Dessy Putrika untuk Mimika.
Ketua Panitia Pelantikan HKTI Papua Tengah, Tanzil Azari, menyampaikan rasa bahagia atas terselenggaranya pelantikan tersebut. Ia menyebut momentum tersebut menjadi bagian dari amanah yang diberikan untuk menguatkan keberadaan HKTI di Papua Tengah.
“Hari ini kami sangat bahagia sekali. Sebuah amanah dari Presiden Prabowo Subianto. Hari ini kita menggelar pelantikan HKTI Papua Tengah,” kata Tanzil.
Menurutnya, pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi perjalanan organisasi HKTI di Papua Tengah.
“Hari ini menjadi tonggak sejarah bahwa HKTI Papua Tengah berkibar untuk ke depan,” ujarnya.
Tanzil berharap momentum pelantikan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal bagi pengurus HKTI untuk menjalankan amanah organisasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat tani di Papua Tengah.
Wakil Ketua Umum DPN HKTI, Manimbang Kahariady, dalam kesempatan tersebut mendorong seluruh pengurus DPC HKTI se-Papua Tengah memperkuat konsolidasi organisasi dan hadir secara nyata di tengah masyarakat tani.
Menurut Manimbang, pelantikan tersebut merupakan bagian penting dari konsolidasi HKTI untuk memperkuat organisasi hingga tingkat kabupaten sekaligus memastikan keberadaan organisasi memberikan manfaat nyata bagi petani.
Ia mengatakan HKTI saat ini telah kembali bersatu. Karena itu, seluruh kekuatan organisasi harus diarahkan pada satu tujuan utama, yakni memperjuangkan dan meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.
“Jangan sampai organisasi hanya sibuk dengan rapat dan kegiatan internal, tetapi melupakan kepentingan utama, yaitu meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Manimbang menegaskan, keberhasilan HKTI tidak cukup hanya diukur dari aktifnya kegiatan organisasi. Menurutnya, keberadaan HKTI harus dapat dirasakan melalui perubahan nyata dalam kehidupan petani.
Beberapa indikator yang dapat menjadi ukuran antara lain meningkatnya pendapatan dan nilai tukar petani, bertambahnya hasil produksi, serta semakin terkendalinya biaya produksi.
Karena itu, ia meminta seluruh pengurus HKTI di Papua Tengah mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk memajukan sektor pertanian.
Khusus di Papua Tengah, Manimbang mendorong setiap DPC mengembangkan organisasi berdasarkan potensi dan keunggulan masing-masing daerah.
Produk-produk pertanian unggulan Papua Tengah, kata dia, perlu dikembangkan melalui inovasi agar memiliki nilai tambah dan mampu bersaing, baik di tingkat regional maupun nasional.
“Produk-produk unggulan dari Papua Tengah nantinya dapat dibawa dan diperkenalkan dalam forum-forum nasional HKTI. Dengan demikian, potensi pertanian Papua Tengah tidak hanya dikenal di daerah, tetapi juga menjadi bagian dari kemajuan produk tani Indonesia,” katanya.
Ia berharap para pengurus DPC tidak hanya menjalankan fungsi organisasi secara administratif, tetapi juga mampu menjadi penggerak bagi petani di daerah masing-masing.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Setda Mimika, Fransiskus Bokeyau, mengatakan sektor pertanian merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, pertanian tidak hanya berkaitan dengan produksi pangan, tetapi juga memiliki peran dalam meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka lapangan kerja, memperkuat ekonomi keluarga, serta mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan.
Fransiskus menyebut Papua Tengah memiliki potensi pertanian yang besar dengan dukungan kondisi geografis, sumber daya alam, kearifan lokal, serta komoditas unggulan di masing-masing kabupaten.
Namun, pembangunan sektor pertanian masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana, akses permodalan, penguasaan teknologi, ketersediaan pasar, hingga peningkatan kapasitas petani.
Karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, organisasi petani, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“HKTI sebagai organisasi yang bergerak di bidang pertanian memiliki peran strategis dalam memperjuangkan aspirasi petani, mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian, serta membangun kemitraan yang produktif dengan pemerintah dan berbagai pihak,” katanya.
Fransiskus menegaskan, pelantikan DPC HKTI se-Papua Tengah bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi awal tanggung jawab dan pengabdian untuk memajukan sektor pertanian serta memperjuangkan kesejahteraan petani.
Ia meminta pengurus yang baru dilantik membangun organisasi yang solid, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat tani.
Koordinasi antarpengurus serta komunikasi dengan pemerintah daerah juga perlu diperkuat agar berbagai persoalan yang dihadapi petani dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi secara bersama-sama.
Selain penguatan organisasi, HKTI juga didorong memberikan perhatian terhadap keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian.
Menurut Fransiskus, pertanian harus dipandang sebagai bidang usaha yang menjanjikan, inovatif, dan memiliki masa depan.
“Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, kreativitas dan semangat kewirausahaan, kita dapat mendorong lahirnya petani muda yang mandiri, produktif dan berdaya saing,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjutnya, memandang pembangunan pertanian sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Ia berharap petani lokal dan Orang Asli Papua (OAP) memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan usaha, meningkatkan keterampilan, memperluas akses pasar, serta menikmati hasil pembangunan secara adil.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa enam unit hand tractor dan dua mesin reaper dari Kementerian Pertanian.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung sekaligus mempermudah aktivitas para petani dalam mengelola lahan dan meningkatkan produktivitas pertanian.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi kepada anggota HKTI yang disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Kelautan dan Perikanan, Prasetya Adhi Patria.
Melalui pelantikan tersebut, HKTI diharapkan mampu memperkuat peran organisasi di Papua Tengah sekaligus menjadi wadah perjuangan petani dalam meningkatkan produktivitas, nilai tambah hasil pertanian, dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan terbentuknya delapan DPC tersebut, pengurus HKTI di Papua Tengah diharapkan tidak berhenti pada pelantikan, tetapi segera menjalankan program kerja yang menyentuh kebutuhan masyarakat tani di masing-masing daerah.(Anis Batalotak)

