Pemkab Mimika Siapkan Lahan Cetak Sawah untuk Dukung PSN

MIMIKA,(timikabisnis.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, Papua Tengah, menyiapkan sekitar 7.000 hektare lahan untuk mendukung program cetak sawah yang menjadi bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) sektor pertanian.

Lahan tersebut tersebar dari Distrik Iwaka hingga Distrik Mimika Timur, termasuk sejumlah kawasan permukiman seperti SP5 dan SP7.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Mimika, Abdul Haris Sudarmono, mengatakan tahapan desain lahan telah diselesaikan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melalui kontrak dengan Kementerian Pertanian. Desain tersebut selanjutnya telah ditandatangani oleh Bupati Mimika.

Menurut Haris, sebagian besar lahan yang masuk dalam program, merupakan lahan milik masyarakat yang secara sukarela diajukan untuk dibuka menjadi areal persawahan.

Selain lahan baru, program tersebut juga menyasar sejumlah lokasi yang sebelumnya merupakan kawasan persawahan, tetapi telah berubah menjadi hutan sehingga membutuhkan pembukaan dan penataan kembali.

“Lahan tersebar di Distrik Iwaka sampai dengan Mimika Timur. Masyarakat yang mau bertani kita bukakan lahan. Yang penting tidak ada ganti rugi lahan karena lahan yang kita buka adalah lahan masyarakat yang meminta dibukakan lahan sawah,” kata Haris saat diwawancarai, Senin (14/9/2026).

Sebelum penetapan lokasi, DTPHP Mimika terlebih dahulu melakukan pendataan Calon Petani Calon Lahan (CPCL). Data tersebut kemudian diusulkan kepada pemerintah pusat sebagai dasar penentuan lokasi yang masuk dalam program cetak sawah.

Haris menjelaskan, program tersebut tidak hanya berfokus pada pembukaan areal persawahan. Pemerintah juga menyiapkan berbagai sarana pendukung, seperti pembangunan jaringan irigasi, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk, dolomit, benih, hingga dukungan pemasaran untuk menampung hasil produksi petani.

Meski demikian, pelaksanaan fisik di lapangan masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat. Pemkab Mimika berharap seluruh tahapan program dapat segera berjalan pada tahun ini.

Haris mengatakan, berdasarkan hasil rapat koordinasi di Sorong, terdapat sejumlah daerah yang menolak atau tidak melanjutkan program cetak sawah. Kondisi tersebut kemudian membuat anggaran dialihkan untuk mendukung pengembangan cetak sawah di Kabupaten Mimika.

Dengan masuknya program cetak sawah dalam agenda PSN, Pemkab Mimika tidak lagi memiliki program cetak sawah daerah secara khusus. Pemerintah daerah akan memfokuskan program pada normalisasi dan intensifikasi sawah lama yang sebelumnya telah dibangun dengan luasan sekitar 500 hektare.

Di sisi lain, Haris menegaskan bahwa pengembangan persawahan tidak boleh mengorbankan pangan lokal yang selama ini menjadi bagian penting dari ketahanan pangan masyarakat Mimika.

Komoditas lokal seperti keladi, ubi kayu, dan ubi jalar masih memiliki produksi yang baik dan dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Tantangan berikutnya adalah meningkatkan nilai tambah melalui pengolahan hasil serta memperluas akses pasar.

Karena itu, pengembangan pangan lokal membutuhkan sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), sehingga tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mampu menciptakan produk olahan dan memperluas pemasaran.

“Kita juga tidak boleh mengesampingkan ketahanan pangan lokal. Jadi, sagu tidak boleh kita rusak untuk membuat padi. Karena sesungguhnya itu adalah cadangan pangan nasional juga,” pungkas Haris.(Liddya Bahy)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *