JAYAPURA, (timikabisnis.com)- Perhelatan Festival Danau Sentani (FDS) 2026 di kawasan wisata Pantai Khalkote, Kabupaten Jayapura, Papua, berlangsung lancar hingga agenda penutupan.
Keandalan pasokan listrik menjadi salah satu faktor penting yang mendukung kelancaran festival budaya tersebut.
PT PLN (Persero) menyiagakan sistem pengamanan kelistrikan secara berlapis untuk memastikan kebutuhan energi di sejumlah titik strategis tetap terpenuhi selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Pengamanan dilakukan dalam dua periode, yakni tahap pra-festival pada 25–29 Agustus 2026 dan pengamanan puncak kegiatan pada 3–5 September 2026.
Dalam pelaksanaannya, PLN memberikan perhatian khusus terhadap enam lokasi vital, termasuk kawasan bandar udara, sejumlah hotel, serta lokasi utama Festival Danau Sentani.
General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, mengatakan kesiapan sistem kelistrikan Jayapura menjadi salah satu kunci keberhasilan PLN dalam mendukung penyelenggaraan FDS 2026.
” Sistem kelistrikan Jayapura terbukti sangat mampu menopang kegiatan FDS ini. Dengan total daya mampu mencapai 135,4 megawatt (MW), suplai ke seluruh titik lokasi sangat cukup,” kata Roberth, Sabtu (12/9/2026) melalui keterangan rilis yang diterima Timika Bisnis.com
Menurutnya, selama periode festival, beban puncak siang tertinggi tercatat sebesar 98,7 MW dengan cadangan daya 38,2 MW. Sementara pada malam hari, beban puncak mencapai 104,8 MW dengan cadangan daya sebesar 30,6 MW.
Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan gangguan, PLN mengerahkan 30 personel siaga gabungan yang berasal dari unsur pegawai PLN, petugas Pelayanan Teknik (Yantek), Icon Plus, dan mitra kerja.
Personel tersebut didukung 17 kendaraan operasional serta sejumlah peralatan penunjang keandalan. Di antaranya satu unit Uninterruptible Power Supply (UPS) berkapasitas 250 kVA, satu Unit Gardu Bergerak (UGB) 250 kVA, satu unit Mobile Genset 100 kVA, Automatic Change Over Switch Tegangan Rendah (ACOS TR), hingga Mobile Crane.
Roberth menambahkan, pengamanan kelistrikan tidak hanya dilakukan melalui kesiapsiagaan petugas di lapangan. PLN juga mengoptimalkan pemantauan berbasis digital untuk memastikan kondisi sistem dapat diketahui secara cepat dan berkelanjutan.
” Kewaspadaan dan pengawasan berkelanjutan kami jalankan melalui ruang kendali yang beroperasi 24 jam tanpa henti. Pengoperasian dan pemantauan sistem distribusi dilakukan secara real-time,” ujarnya.
Pemantauan dilakukan secara berjenjang, mulai dari posko lapangan hingga posko pusat nasional. Pola pengawasan tersebut memungkinkan PLN melakukan respons secara cepat apabila terdapat indikasi gangguan pada sistem kelistrikan.
Selain memastikan pasokan listrik tetap aman, PLN turut menghadirkan layanan langsung bagi masyarakat melalui stand pelayanan di lokasi festival. Melalui fasilitas tersebut, masyarakat mendapatkan edukasi mengenai penggunaan aplikasi PLN Mobile untuk mengakses berbagai layanan kelistrikan secara mandiri.
Kehadiran PLN dalam FDS 2026 sekaligus menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap aktivitas pariwisata dan kebudayaan di Papua. Keandalan listrik diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat, pelaku usaha, wisatawan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan.
” Sistem pemantauan berjenjang dari posko lapangan hingga posko pusat nasional terbukti efektif menghadirkan layanan tanpa kedip bagi masyarakat yang menikmati festival,” tutur Roberth.
Keberhasilan PLN menjaga keandalan listrik selama Festival Danau Sentani 2026 menjadi bukti dukungan terhadap pengembangan sektor pariwisata, pelestarian budaya lokal, dan aktivitas ekonomi masyarakat di Tanah Papua. (Lyddia Bahy).

