Unisba Dorong Hilirisasi Tailing agar Beri Nilai Tambah bagi Mimika

MIMIKA,(timikabisnis.com) – Pemanfaatan tailing hasil pertambangan dinilai tidak cukup hanya dengan menjual material sisa tambang sebagai bahan baku. Hilirisasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan nilai ekonomi sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi Kabupaten Mimika.

Hal tersebut disampaikan narasumber dari Universitas Islam Bandung (Unisba), Andi Oetomo, dalam menghafri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Tahap II Review Masterplan Pengelolaan dan Pemanfaatan Tailing PT Freeport Indonesia yang berlangsung di Aula Kantor Bapenda Mimika, Kamis (9/7/2026).

Andi menjelaskan, terdapat tiga tahapan pemanfaatan tailing yang dapat dikembangkan. Tahap pertama ialah menjual tailing sebagai bahan baku. Tahap kedua adalah mengekstraksi kandungan logam bernilai, seperti pasir besi dan logam lainnya. Sementara tahap ketiga berupa hilirisasi, yakni mengolah hasil ekstraksi menjadi produk bernilai tinggi, termasuk logam tanah jarang yang dibutuhkan berbagai industri strategis.

“Proses produksinya harus jelas, mulai dari faktor produksi, proses pengolahan, hingga distribusinya. Tujuannya agar tailing tidak lagi dipandang sebagai limbah, tetapi menjadi komoditas yang memiliki nilai tambah,” ujarnya.

Menurutnya, perusahaan daerah dapat memulai dari tahapan yang paling realistis, sembari mengembangkan teknologi ekstraksi dan hilirisasi melalui penelitian sebagai strategi jangka panjang.

Ia menilai, keberhasilan hilirisasi akan membuka peluang ekonomi baru sekaligus meningkatkan kontribusi sektor pertambangan terhadap pembangunan daerah.

Andi juga mengungkapkan tingginya minat investor terhadap pengelolaan tailing. Sekitar 20 perusahaan disebut telah menyatakan minat untuk memanfaatkan material tersebut, dengan mayoritas berasal dari China.

Tingginya minat tersebut menunjukkan bahwa tailing masih menyimpan potensi ekonomi yang besar. Selain itu, aktivitas ribuan penambang tradisional di kawasan tailing menjadi indikasi bahwa material tersebut masih mengandung mineral bernilai, seperti emas dan tembaga.

Karena itu, potensi tersebut dinilai perlu dikelola secara resmi melalui perusahaan agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih optimal bagi daerah.

Meski demikian, Andi mengakui hingga kini belum ada perhitungan pasti mengenai nilai ekonomi keseluruhan pengelolaan tailing. Penelitian lanjutan masih diperlukan untuk mengetahui jenis kandungan mineral, volume, serta nilai pasar masing-masing komoditas.

“Jangan sampai kita hanya menjual tailing. Yang harus dicari adalah nilai tambahnya, sehingga manfaat ekonominya bisa jauh lebih besar bagi daerah dan masyarakat,” tandasnya.(Liddya Bahy)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *