Legislator PDI Perjuangan Dukung Ketegasan Pertamina, Penyalahgunaan BBM Tak Boleh Terulang

MIMIKA,(timikabisnis.com) – Legislator dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI Perjuangan) yang juga Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Adrian Andhika Thie, mendukung langkah tegas Pertamina Patra Niaga bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika yang melakukan pembinaan terhadap SPBU SP 2 Mimika menyusul temuan dugaan penyalahgunaan penyaluran BBM subsidi.

Menurut Adrian Thie, penghentian sementara penjualan Pertalite selama 14 hari merupakan bentuk tanggung jawab Pertamina dan Disperindag dalam menjaga distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran.

“Persoalan penyalahgunaan ini harus menjadi menjadi perhatian serius kedepan. Ketika terjadi kelangkaan BBM, kemudian muncul penimbunan dan harga BBM naik. Hal seperti ini yang harus dicegah,” tegas Adrian Thie saat ditemui wartawan di Kantor DPRK Mimika, Kamis (9/7/2026).

Ia menilai temuan pembelian BBM hingga lebih dari 100 liter di SPBU SP 2 perlu menjadi perhatian serius karena berpotensi disalahgunakan. Menurutnya, pembelian dalam jumlah besar tanpa tujuan yang jelas dapat membuka peluang terjadinya penimbunan.

“Pembelian 100 liter ini kita tidak tahu digunakan untuk apa. Kalau untuk kebutuhan industri, sudah ada alokasi khusus dari Pertamina. Jangan sampai pembelian dalam jumlah besar ini mengarah pada penimbunan. Apalagi ini baru satu kasus yang ditemukan,” ujarnya.

Adrian meminta Pertamina bersama Disperindag Mimika terus meningkatkan pengawasan terhadap seluruh SPBU di Kabupaten Mimika agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Jangan hanya berhenti di satu SPBU. Pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh sehingga tidak ada lagi praktik yang berpotensi merugikan masyarakat,” katanya.

Selain pengawasan di SPBU, Adrian juga meminta pemerintah memperhatikan penjualan BBM secara eceran. Menurutnya, kondisi global, termasuk gejolak harga minyak dunia, dapat berdampak pada ketersediaan BBM di daerah apabila distribusi tidak diawasi dengan baik.

“Jangan sampai karena situasi global, stok BBM di Mimika terganggu. Kalau stok menipis, SPBU kosong, harga naik, tentu akan menghambat aktivitas ekonomi masyarakat,” paparnya.

Ia berharap pembinaan terhadap SPBU SP 2 menjadi pelajaran bagi seluruh pengelola SPBU di Mimika agar mematuhi ketentuan yang telah disepakati bersama Pertamina.

“Kami berharap ini menjadi catatan penting bagi seluruh SPBU di Mimika untuk lebih berhati-hati dan berkomitmen menjalankan aturan, sehingga tidak ada lagi penjualan BBM yang melanggar ketentuan,” jelasnya.

Selain itu, Adrian mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan di Mimika bersama-sama mengawal penyaluran BBM subsidi agar tetap tepat sasaran dan dapat dinikmati oleh masyarakat yang benar-benar berhak.(Liddya Bahy)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *