MIMIKA, (timikabisnis.com)– Pemerintah Kampung Mawokauw Jaya bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Mimika menggelar intervensi Program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) di Balai Kampung Mawokauw Jaya, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari percepatan penurunan stunting sekaligus penguatan Program Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kampung Mawokauw Jaya Edyson Rafra, Ketua TP-PKK Dewi Talubun, Pamong Inovasi DP3AP2KB Yosua Yeuyanan, serta tim dari Institut Jembatan Bulan yang melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan inovasi daerah.
Yosua Yeuyanan dalam pemaparannya menjelaskan, Kampung Mawokauw Jaya merupakan salah satu Kampung KB yang berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sebagai kampung best practice.
Keberhasilan itu didukung melalui pelaksanaan Program Dashat yang menggabungkan upaya penanganan stunting dengan pemberdayaan ekonomi keluarga.
Program tersebut dijalankan melalui tiga fokus utama, yakni bantuan usaha bagi keluarga berisiko stunting, pemberian dukungan gizi bagi ibu hamil dan balita dalam periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan bergizi dan penunjang ekonomi keluarga.
“Kalau kita selalu berharap perbaikan gizi itu harus sesuatu yang mahal, padahal pemanfaatan pangan lokal ini adalah makanan yang murah yang bisa kita kelola di lingkungan sekitar,” ujar Yosua.
Yosua menekankan peran perempuan sebagai inisiator dalam program Dashat di kampung keluarga berkualitas dan berharap keberhasilan program di Kampung Mawokauw Jaya dapat diadopsi oleh kampung-kampung lain sehingga prevalensi stunting di Kabupaten Mimika dapat terus ditekan.
” Harapannya ketika stunting terus menurun, kita dapat bersama-sama mewujudkan generasi Papua Emas 2045 yang sehat, cerdas, dan bebas stunting,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Kampung Mawokauw Jaya Edyson Rafra menyebut berbagai inovasi berbasis potensi lokal telah membawa hasil nyata.
Angka stunting di kampung tersebut berhasil ditekan dari 221 kasus pada 2020 menjadi 16 kasus pada 2023 melalui pemanfaatan hasil kebun dan laut, budidaya ikan lele, serta pengolahan pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil dan anak.
Di sisi lain, Direktur Penelitian, Inovasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Jembatan Bulan, Murnita Sari, mengatakan pihaknya bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Mimika tengah melakukan evaluasi terhadap sejumlah inovasi daerah, termasuk Program Dashat.
” Institut Jembatan Bulan tengah menyusun laporan yang akan diserahkan kepada Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) sebagai salah satu bentuk penilaian terhadap tiga inovasi yang sedang berjalan, termasuk program DASHAT, guna mendokumentasikan capaian, mengevaluasi pelaksanaan, dan menjadi dasar pengembangan inovasi ke depan,” tuturnya.
Hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi bahan rekomendasi untuk pengembangan program ke depan. (Lyddia Bahy).

