BMKG: Juli–Agustus, Curah Hujan di Mimika Diprediksi Memuncak

MIMIKA,(timikabisnis.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika memprediksi curah hujan di Kabupaten Mimika akan mencapai puncaknya pada Juli hingga Agustus 2026. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan, banjir, serta gangguan aktivitas akibat meningkatnya intensitas hujan.

Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika, Fitria Nur Fadilah, menjelaskan kondisi tersebut merupakan pola iklim yang normal bagi Mimika. Berbeda dengan sebagian besar wilayah Indonesia yang memasuki musim kemarau, Mimika secara klimatologis mengalami hujan hampir sepanjang tahun tanpa musim kemarau yang tegas.

“Secara klimatologis Timika memang mengalami hujan sepanjang tahun. Namun, puncak curah hujan tertinggi biasanya terjadi pada Juli dan Agustus karena matahari lebih sedikit terlihat akibat tutupan awan stratiform yang cukup merata,” ujar Fitria, Jumat (3/7/2026).

BMKG mencatat curah hujan di Timika pada Juli tahun lalu mencapai sekitar 683 milimeter. Pada tahun ini, jumlah curah hujan diperkirakan berpotensi mendekati angka tersebut, meski masih bergantung pada perkembangan fenomena El Niño.

Jika pengaruh El Niño tetap lemah atau tidak signifikan, curah hujan diperkirakan tetap tinggi. Sebaliknya, apabila fenomena tersebut menguat, kondisi cuaca berpotensi mengalami perubahan.

Selain meningkatnya curah hujan, suhu udara pada siang hari diperkirakan lebih sejuk dibandingkan saat cuaca cerah. Saat ini suhu maksimum berkisar 28 hingga 29 derajat Celsius, sedangkan pada kondisi normal tanpa tutupan awan tebal suhu siang hari dapat mencapai 31 hingga 34 derajat Celsius.

BMKG menegaskan bahwa peningkatan curah hujan pada Juli hingga Agustus merupakan bagian dari siklus iklim tahunan di Mimika. Justru apabila hujan tidak terjadi pada periode tersebut, kondisi itu perlu menjadi perhatian karena dapat dipengaruhi faktor iklim global, seperti El Niño.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru, khususnya bagi warga yang beraktivitas di wilayah perairan maupun kawasan rawan banjir. Warga juga disarankan menyiapkan perlengkapan seperti jas hujan dan payung serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan di daerah dataran rendah.

“Saat ini hujan yang terjadi umumnya berintensitas ringan hingga sedang dengan durasi yang cukup lama, tanpa disertai petir. Angin juga ada, tetapi tidak bertiup terlalu kencang,” tandas Fitria.(Liddya Bahy)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *