MIMIKA,(timikabisnis.com) – Upaya memperkuat kesadaran dan pelayanan kesehatan mental di Kabupaten Mimika terus dilakukan. Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Papua Tengah menghadirkan gerakan sosial bernama Lankesa (Langkah Kecil Tumbuh Bersama) sebagai wadah kolaborasi bagi pemerhati psikologi dan masyarakat yang peduli terhadap isu kesehatan mental.
Pembentukan komunitas tersebut disampaikan usai kegiatan konsolidasi organisasi HIMPSI Papua Tengah di Timika, Selasa (25/05/2026). Lankesa dipimpin oleh Kepala Bidang Organisasi HIMPSI Papua Tengah, David Setiawan, M.Psi., Psikolog.
David menjelaskan, Lankesa dibentuk untuk mendekatkan layanan psikologi kepada masyarakat sekaligus menjadi ruang pengabdian bagi lulusan psikologi di Timika agar dapat berkontribusi secara nyata di tengah masyarakat.
Menurutnya, meningkatnya persoalan kesehatan mental seperti perundungan, kekerasan dalam rumah tangga, depresi hingga kasus bunuh diri menjadi alasan utama lahirnya gerakan tersebut.
Ia menilai banyak persoalan psikologis yang selama ini tidak terdeteksi sejak dini dan baru mendapat perhatian setelah menjadi perbincangan luas.
“Masalah psikologi membutuhkan kesadaran bersama, baik dari mereka yang mengalami maupun dari orang-orang yang memiliki latar belakang ilmu psikologi. Jangan menunggu sampai viral baru bergerak, tetapi bagaimana kita bisa hadir lebih awal,” ujar David.
Ia menambahkan, keterbatasan jumlah psikolog di Timika juga menjadi tantangan tersendiri. Saat ini, jumlah psikolog aktif di daerah tersebut masih sangat sedikit dibandingkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan mental.
Selain fokus pada pelayanan sosial, Lankesa juga diharapkan menjadi tempat pengembangan kemampuan bagi para lulusan psikologi di Timika. Pasalnya, tidak sedikit sarjana psikologi yang kini bekerja di luar bidang keilmuannya sehingga ruang praktik dan pengabdian masih terbatas.
Ke depan, kata David, Lankesa berencana membangun kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Mimika guna memperluas jangkauan pelayanan. Pada tahap awal, gerakan ini akan difokuskan di wilayah perkotaan agar lebih dikenal masyarakat sebelum menjangkau sekolah-sekolah, wilayah pesisir hingga daerah pegunungan.
Sebagai langkah awal, komunitas tersebut juga akan membuka stand konsultasi pada kegiatan car free day yang dijadwalkan berlangsung Sabtu mendatang.
“Kami ingin membangun kepercayaan masyarakat terlebih dahulu di Kota Timika. Setelah itu, baru bergerak lebih luas ke sekolah, pesisir hingga pedalaman dengan tetap berkolaborasi bersama pemerintah daerah,” pungkasnya.(Liddya Bahy)

