MIMIKA,(timikabisnis.com) – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Mimika (Distanbun) terus mendorong pengembangan bawang merah sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan daerah.
Program tersebut kini memasuki tahap persiapan lahan dan pengadaan benih dengan fokus pengembangan di wilayah Mimika Baru.
Kepala Distanbun Mimika, Abdul Haris Sudharmono, mengatakan tingginya curah hujan dan tingkat keasaman tanah di Timika menjadi tantangan utama dalam budidaya bawang merah.
“Curah hujan di Timika cukup tinggi dan kadar keasaman tanah juga tinggi. Karena itu, perlu perlakuan khusus pada lahan agar bawang merah dapat tumbuh dengan baik,” kata Haris, Sabtu (9/5/2026).
Menurut Haris, pengembangan bawang merah di Mimika bukan hal baru. Pemerintah daerah sebelumnya pernah melakukan penanaman dengan hasil yang cukup baik. Namun, tantangan terbesar muncul pada tahap pascapanen, terutama proses pengeringan yang sulit dilakukan saat hujan berlangsung terus-menerus.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Distanbun berencana menghadirkan alat pengering hasil panen. Selain itu, pemerintah daerah juga mempertimbangkan pengolahan bawang segar menjadi bawang goreng agar memiliki nilai tambah sekaligus memperpanjang daya simpan.
Dalam mendukung program tersebut, pemerintah daerah akan membantu petani melalui penyediaan benih, alat penyiraman (alkon), serta pendampingan teknis selama masa tanam.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produksi bawang merah lokal sehingga kebutuhan masyarakat tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Saat ini, sejumlah komoditas hortikultura seperti kangkung, sawi, dan bayam telah mampu dipenuhi dari hasil produksi lokal. Sementara itu, kebutuhan bawang merah masih didatangkan dari luar Mimika.
“Harapan kami, Mimika ke depan dapat mandiri memenuhi kebutuhan bawang merah, bahkan mampu memasok ke wilayah pegunungan dan Kabupaten Asmat. Program ini akan terus kami lanjutkan dan fasilitasi,” ujar Haris.(Liddya Bahy)

