MIMIKA,(timikabisnis.com) – Wakil Ketua Komisi IV DPR Papua Tengah, Jhon Nasion Robby Gobay, menegaskan bahwa pengelolaan tailing di Kabupaten Mimika tidak boleh hanya menguntungkan pihak luar, tetapi harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat lokal, khususnya warga yang selama ini terdampak langsung.
Penegasan itu disampaikan Jhon usai mengikuti hearing DPR Papua Tengah yang berlangsung di Hotel Horison Diana, Mimika, Selasa (5/5/2026).
Menurut Jhon, polemik soal tailing selama ini terlalu banyak dipenuhi perdebatan tanpa arah yang justru tidak menghadirkan solusi konkret. Padahal, persoalan tailing yang sudah terjadi saat ini perlu disikapi secara realistis dan dikelola secara bijak agar memberi manfaat bagi masyarakat.
“Kalau kita terus mempertahankan ego dan berdebat di media, kapan persoalan ini selesai? Tailing ini memang masalah bagi masyarakat, tapi juga bisa menjadi berkat jika dikelola dengan baik,” ujar Jhon.
Ia menilai, pendekatan yang dibutuhkan saat ini bukan lagi sekadar memperpanjang perdebatan, melainkan mendorong langkah nyata agar pengelolaan tailing mampu memberi nilai tambah, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi.
Karena itu, Jhon mendorong pemerintah bersama pihak perusahaan, termasuk PT Freeport Indonesia, agar membuka ruang lebih besar bagi pengusaha lokal untuk terlibat langsung dalam pengelolaan tailing.
Menurutnya, keterlibatan pengusaha lokal sangat penting agar manfaat ekonomi dari pengelolaan tailing tidak keluar dari daerah, tetapi tetap berputar di Mimika dan dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
“Kalau pengusaha lokal yang mengelola, uang akan tetap berputar di Mimika. Tapi kalau dari luar, uang keluar dan masyarakat tetap mengalami kesulitan,” tegasnya.
Jhon menambahkan, masyarakat Mimika selama ini menjadi pihak yang paling merasakan dampak dari keberadaan tailing, namun belum sepenuhnya menikmati manfaat ekonomi dari pengelolaan material tersebut.
Untuk itu, ia berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat lokal, sehingga pengelolaan tailing tidak hanya dipandang sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai peluang ekonomi berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga Mimika.(Liddya Bahy)

