MIMIKA,(timikabisnis.com) – Antonius Kemong resmi memimpin Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mimika periode 2026–2030. Ia dilantik bersama jajaran pengurus baru dalam seremoni yang berlangsung khidmat di Ballroom Hotel Grand Tembaga, Jumat (1/5/2026).
Pelantikan dipimpin langsung Ketua KONI Provinsi Papua Tengah, Yosua Tipagau. Prosesi ditandai dengan penyerahan bendera pataka KONI dan penandatanganan berita acara sebagai simbol sahnya kepengurusan baru.
Pelantikan tersebut dilaksanakan usai agenda Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) yang digelar di lokasi yang sama.
Ketua KONI Papua Tengah, Yosua Tipagau, menegaskan kepengurusan baru harus bergerak cepat dan terarah untuk memajukan olahraga di Mimika.
Menurutnya, Mimika memiliki potensi atlet besar yang selama ini telah berkontribusi mengharumkan nama Papua hingga tingkat nasional.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Mimika, khususnya Bupati dan Wakil Bupati Mimika, yang dinilai memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan olahraga di daerah.
“Periode 2026 sampai 2030 ini, kita harus bekerja bersama untuk menargetkan prestasi terbaik, termasuk mengejar emas pada PON XXII tahun 2028,” ujar Yosua.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, menekankan pentingnya persatuan dan komitmen seluruh pengurus dalam memajukan olahraga di Mimika. Ia mengapresiasi jalannya musyawarah yang berlangsung aman, tertib, dan tanpa konflik.
“Terima kasih, semua sudah bekerja dengan baik. Hari ini kita bersyukur karena semua berjalan aman tanpa pro dan kontra. Ini menjadi awal yang baik untuk membangun olahraga di Mimika,” kata Johannes.
Johannes menegaskan pembangunan olahraga ke depan harus dimulai dari kampung hingga kota. Pemerintah daerah, kata dia, akan mendorong pembangunan sarana olahraga di seluruh wilayah, termasuk penyediaan lapangan di setiap kampung.
Ia juga menyoroti pentingnya perencanaan program yang matang dari setiap cabang olahraga serta transparansi dalam pengelolaan anggaran. Menurutnya, KONI harus menjadi pusat koordinasi yang efektif agar tidak ada lagi cabang olahraga berjalan sendiri tanpa dukungan yang jelas.
Kepada jajaran pengurus KONI yang baru dilantik, Johannes berpesan agar menyusun program kerja yang realistis dan berdampak langsung pada peningkatan prestasi olahraga.
“Jangan membuat program yang terlalu muluk, tetapi susunlah langkah yang sederhana dan berorientasi pada pengembangan atlet serta peningkatan prestasi,” tegasnya.
Sementara itu, Antonius Kemong menegaskan komitmennya membangun sistem pembinaan olahraga yang lebih terstruktur di Mimika. Ia mengusung konsep “olahraga dari kampung ke kota” sebagai strategi utama menjaring bibit atlet potensial dari seluruh wilayah.
Menurut Antonius, pembentukan pengurus KONI hingga tingkat distrik akan menjadi langkah awal untuk memastikan pembinaan berjalan merata. Selain itu, kompetisi rutin tingkat kabupaten akan digelar untuk mengidentifikasi dan mengembangkan atlet berprestasi.
“Kami ingin membangun olahraga dari kampung ke kota. Banyak potensi atlet di daerah yang belum tersentuh. Ini yang akan kami dorong agar bisa membawa nama Mimika ke tingkat nasional,” ujarnya.
Ia menegaskan, kepengurusan baru KONI Mimika tidak hanya berfokus pada pembinaan atlet di wilayah perkotaan, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi putra-putri asli kampung untuk berkembang melalui sistem pembinaan yang berjenjang dan berkelanjutan.
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum baru bagi kebangkitan olahraga di Kabupaten Mimika melalui pembinaan yang merata, peningkatan fasilitas, dan kolaborasi antara pemerintah daerah, KONI, serta seluruh pemangku kepentingan olahraga.(Liddya Bahy)

