MIMIKA,(timikabisnis.com) – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) melakukan sosialisasi Program Kampung tahun anggaran 2026 di Kampung Aparuka, Distrik Mimika Barat, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (12/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Staf Divisi Ekonomi YPMAK Dwi Iksan Kanang, Febri Sianipar, dan Julius Cenawatme, serta Staf Administrasi Wakil Ketua Pengurus Perencanaan Program YPMAK Johanes Isak Baransano. Turut hadir pula tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan masyarakat Kampung Aparuka.
Dalam kegiatan itu, tim Divisi Ekonomi YPMAK tidak hanya melakukan sosialisasi program, tetapi juga membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Program Kampung Aparuka untuk tahun 2026 sebagai bagian dari upaya mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat kampung.
Staf Divisi Ekonomi YPMAK, Febri Sianipar, mengatakan Program Kampung difokuskan pada kegiatan yang memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
“Program kampung ini bertujuan memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat. Karena itu kegiatan yang dijalankan harus berkaitan dengan ekonomi agar dapat membantu kebutuhan rumah tangga masyarakat,” ujar Febri.
Ia menjelaskan masa kerja Pokja berlangsung dari Maret hingga Oktober 2026. Setelah kegiatan selesai, pengurus diwajibkan menyusun dan menyampaikan laporan pertanggungjawaban sebelum akhir tahun.
Febri juga menekankan pentingnya keterlibatan perempuan dalam pelaksanaan program. Menurutnya, partisipasi perempuan minimal harus mencapai 40 persen dari keseluruhan kegiatan.
“Perempuan harus dilibatkan secara aktif dalam program kampung, dengan porsi minimal 40 persen,” katanya.
Untuk tahun 2026, anggaran Program Kampung di wilayah pesisir tetap sama seperti tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp300 juta. Dari jumlah tersebut, Rp240 juta dialokasikan untuk kegiatan masyarakat dan Rp60 juta untuk operasional program.
Kepala Kampung Aparuka, Yonas Kenaroke, mengatakan pemilihan pengurus Pokja harus dilakukan melalui musyawarah masyarakat agar pengurus yang terpilih benar-benar mendapat dukungan warga.
“Siapa saja bisa dipilih, yang penting mampu bekerja untuk kepentingan masyarakat. Kami memberi waktu kepada warga untuk berkoordinasi sebelum menentukan pengurus,” ujarnya.
Dalam pertemuan itu, masyarakat juga menyampaikan sejumlah usulan program yang dinilai dapat mendukung perekonomian kampung. Di antaranya pengadaan lima unit genset untuk masing-masing RT serta pengembangan kebun pisang sebagai sumber pendapatan tambahan.
Salah seorang warga, Antonius Kenaroke, berharap pengurus Pokja yang baru dapat bekerja secara terbuka dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
“Kami berharap pengurus yang baru bisa bekerja dengan baik dan melibatkan semua pihak agar program yang sudah dibicarakan dapat berjalan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pokja Kampung Aparuka terpilih, Polce Maupati, menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanah masyarakat serta melaksanakan program yang telah disepakati bersama.
“Saya siap bekerja dan menjalankan program untuk masyarakat. Program yang sudah direncanakan akan kami jalankan dengan baik,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim PMAK yang terus hadir dan berkoordinasi dengan masyarakat dalam mendorong peningkatan ekonomi serta kesejahteraan warga Kampung Aparuka.
“Terima kasih kepada tim YPMAK yang terus hadir dalam mendorong peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kampung Aparuka,” ujarnya.
Adapun susunan pengurus Pokja Program Kampung Aparuka tahun 2026 yakni Polce Maupati sebagai ketua, Lukas Ewata sebagai sekretaris, Kersensia Umaniyau sebagai bendahara, serta Alousius Utuma dan Yulianus Ewata sebagai anggota.(Liddya Bahy)

