MIMIKA, (timikabisnis.com)– Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) distrik Kwamki Narama menghasilkan sebanyak 167 usulan program pembangunan dari berbagai sektor.
Musrenbang yang berlangsung di Ballroom Hotel Grand Tembaga, Jumat (6/3/2025) dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Mimika, Viron Balinol Mom, didampingi Kepala Bappeda, Yohana Paliling dan Kepala Distrik Kwamki Narama, Edwin Hanuebi ditandai pemukulan Tifa.
Kepala Distrik Kwamki Narama, Edwin Hanuebi mengatakan program-program tersebut disampaikan kepada tim ekstensi Bappeda untuk ditindaklanjuti dalam perencanaan pembangunan daerah.
Sejumlah program prioritas yang diusulkan merupakan kelanjutan dari program tahun sebelumnya, khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Edwin menjelaskan bahwa program prioritas tersebut tetap menjadi fokus utama karena dinilai berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Dari total 167 program yang dihasilkan dalam Musrenbang hari ini, ada beberapa program prioritas yang kami sampaikan ke tim ekstensi Bappeda. Program-program ini sebagian besar merupakan program lanjutan dari tahun lalu, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur,” ucapnya saat diwawancarai usai kegiatan.
Selain melanjutkan program lama, kata Edwin, program-program baru yang dinilai penting untuk mendukung pembangunan wilayah juga masuk dalam sebagian usulan. Beberapa di antaranya meliputi pelebaran jalan, pemasangan lampu penerangan jalan, serta pengembangan sektor pariwisata.
Tidak hanya itu, Edwin mengungkapkan bahwa penguatan sektor seni dan budaya pun didorong sebagai salah satu strategi pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, potensi budaya lokal di wilayah tersebut sangat besar dan perlu diangkat menjadi kegiatan positif yang mampu melibatkan masyarakat secara luas.
“Kami juga menambahkan program seni dan budaya karena kami melihat potensi ini sangat besar di wilayah kami. Masyarakat punya semangat yang kuat, bahkan yang dulu sering muncul dalam bentuk konflik suku atau keluarga, kami ingin arahkan menjadi kegiatan seni dan budaya,” bebernya.
Ia menambahkan bahwa pendekatan budaya diharapkan dapat mengubah energi sosial masyarakat menjadi kegiatan yang lebih produktif sekaligus mendukung perputaran ekonomi lokal.
“Kami ingin mengubah semangat itu menjadi ‘perang’ dalam bentuk seni budaya. Dengan begitu masyarakat terlibat dalam kegiatan budaya dan pada saat yang sama ekonomi juga bisa bergerak,” jelasnya.
Dalam Musrenbang tersebut, selain usulan tersebut diatas pemerintah distrik Kwamki Narama juga mengusulkan pembentukan Koperasi Merah Putih di tingkat distrik sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat.
Koperasi tersebut direncanakan dikelola secara bersama oleh pemerintah distrik, aparat keamanan, serta organisasi kepemudaan seperti KNPI dan IPKN.
“Sesuai arahan Bapak Kapolda dan Bapak Bupati, kami juga mengusulkan pembentukan Koperasi Merah Putih. Nantinya koperasi ini akan dikelola bersama oleh distrik, Polsek, pemuda, serta organisasi kepemudaan agar masyarakat bisa menyalurkan hasil usaha mereka melalui koperasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keberadaan koperasi ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk memasarkan hasil usaha sekaligus memberikan aktivitas ekonomi yang positif bagi warga.
“Harapan kami masyarakat bisa membawa hasil usaha mereka ke koperasi untuk ditukar atau dijual. Dengan begitu mereka memiliki kegiatan ekonomi yang produktif dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang merugikan,” tandasnya. (Lyddia Bahy).

