Lewat Hidroponik, SATP YPMAK Latih Pelajar Berpikir Kritis dan Mandiri

MIMIKA,(timikabisnis.com) – Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) milik Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PTFI memiliki sejumlah program unggulan, salah satunya adalah “UPT Edupreneur SATP”.

UPT Edupreneur atau pendidikan kewirausahaan berupa pengembangan sistem pertanian modern hidroponik, khusus pakcoi dan selada. Fundamen kurikulum ini yakni melalui pengalaman nyata, peserta didik membangun teori/pengetahuan dan membentuk karakter berbasis scientist dan entrepreneur.

Inovasi sistem pendidikan ini akan membebaskan anak-anak Papua mencari dan memperoleh pengetahuan yang mumpuni dalam bidang usaha, lingkungan usaha, tanggungjawab, kemandirian, serta managemen dan organisasi bisnis.

Program ini berawal dari kunjungan seorang ahli hidroponik (Leroy) dari PTFI yang melihat aktivitas Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SATP yang tengah dilakukan anak-anak SATP. Singkat cerita, ia kemudian mengirimkan seorang tokoh masyarakat pemerhati pendidikan dan pembangunan karakter di Papua yang bernama Okto Magai.

Okto Magai kemudian membangun green house (tanaman hidroponik) dengan modalnya sendiri. Mulai dari menyediakan semua perlengkapan peralatan bahkan mendatangkan beberapa karyawannya untuk melatih anak-anak dan guru di SATP.

Kepala SATP, Sonianto Kuddi mengatakan pihaknya menyambut baik program ini karena selaras dengan pembelajaran sains.

Menurutnya, program ini sangat bagus. Selain melibatkan pihak sekolah baik guru maupun anak-anak, program ini mampu melatih kemampuan anak-anak dalam berpikir kritis.

” Mulai dari proses menanam, mengikuti pertumbuhan hingga menarik kesimpulan dari hasil pengamatan, secara tidak langsung melatih anak untuk berpikir kritis,” ucapnya, Selasa (3/2/2026).

Ia pun menjelaskan bahwa dari hasil menanam kemudian akan dipasarkan kepada mitra bisnis PT. Namo Jaya Timika melalui bapak Okto Magai tokoh masyarakat pemerhati pendidikan dan pembangunan karakter di Papua dan Departement Strategic Planning Catering and Service (SPCS) PT. Freeport Indonesia.

Selama dua tahun berjalan, kata Sonny keuntungan yang didapat pun mencapai kurang lebih Rp. 200 juta.

Dari penghasilan ini, kata Sonny diputar kembali untuk penanamanan yang berkelanjutan serta menunjang prestasi siswa-siswi SATP baik di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.

” Saya berharap agar setelah dari sini anak-anak bisa menerapkan program ini paling tidak untuk lingkungan terkecil yakni lingkungan keluarga. Dengan lahan dan bekal keterampilan hidroponik, mereka diharapkan mampu memenuhi sendiri kebutuhan sayur keluarga, bahkan mengembangkannya menjadi usaha yang bernilai ekonomi,” harapnya.

Sementara Wakasek Kurikulum SMP Taruna Papua, Elpianus Paat mengatakan program ini bertujuan sebagai wadah bagi anak-anak Papua untuk belajar sejak dini menjadi pribadi yang memiliki kemampuan scientist dan entrepreneur.

Semua dana yang dihasilkan melalui UPT Edupreneur SATP, 100 persen untuk pengembangan proses pendidikan dan prestasi seluruh peserta didik di SATP.

” Program yang telah berjalan dua tahun ini tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga memperkuat pendidikan sains siswa, ” ucap Elpianus. (Lyddia Bahy).

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *