MIMIKA,(timikabisnis.com) – Sejumlah persoalan yang dihadapi warga Kelurahan Kebun Sirih, Distrik Mimika, Kabupaten Mimika, disampaikan langsung kepada Anggota DPRK Mimika Daerah Pemilihan (Dapil) II, Derek Tenouye, saat pelaksanaan Reses Tahap III Tahun 2025, Senin (15/12/2025).
Reses tersebut dihadiri Lurah Kebun Sirih Faustina Suryanti, para ketua RT, kader Posyandu, serta masyarakat setempat. Dalam kegiatan tersebut,legislator Dapil II Derek Tenouye juga didampingi staf Sekretariat DPRK Mimika.
Dalam sambutannya, Lurah Kebun Sirih Faustina Suryanti menyampaikan apresiasi atas kehadiran anggota DPRK Mimika di tengah masyarakat. Menurutnya, kegiatan reses menjadi momentum penting bagi warga untuk menyampaikan aspirasi dan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan masing masing.
“Kita patut berbangga karena ada perwakilan warga Kebun Sirih yang duduk di DPRK Mimika. Kesempatan ini hendaknya dimanfaatkan untuk menyampaikan keluhan dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Pada sesi penyampaian aspirasi, Maria, kader Posyandu Cemara, mengeluhkan keterbatasan fasilitas penunjang Posyandu, seperti alat timbang, alat ukur bayi, serta seragam kader sebagai identitas saat bertugas. Ia juga berharap adanya pembangunan gedung Posyandu, mengingat selama ini pelayanan masih dilakukan di teras rumah warga.
Sementara itu, Ketua RT 01, kembali menyampaikan sejumlah aspirasi yang sebelumnya pernah diusulkan, antara lain kebutuhan rumah layak huni, lampu penerangan jalan, serta peningkatan keamanan lingkungan. Ia menyoroti maraknya peredaran minuman keras (miras) yang kerap memicu gangguan keamanan di wilayahnya.
“Kami sudah berupaya menertibkan dan meminta patroli kepolisian, tetapi masalah miras masih sering terjadi. Kami juga membutuhkan pos kamling di lingkungan RT,” ungkapnya.
Keluhan lain disampaikan Tirsa dari RT 08 Jalur 5 yang menyebutkan wilayahnya kerap dilanda banjir akibat tidak adanya saluran drainase. Ia mengatakan, meskipun pernah dilakukan pengukuran, hingga kini belum ada tindak lanjut.
Selain itu, warga juga mengeluhkan belum tersedianya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di lingkungan mereka, sehingga berdampak pada kebersihan dan kesehatan masyarakat.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Derek Tenouye menyatakan akan menindaklanjuti setiap masukan warga dengan berkoordinasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Ia menjelaskan bahwa persoalan Posyandu berada dalam kewenangan Dinas Kesehatan Mimika.
“Saya akan menyampaikan langsung ke dinas terkait dan berkoordinasi dengan pemerintah distrik agar bisa diupayakan bersama,” kata Derek.
Terkait peredaran miras, Derek menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor serta peran keluarga dalam memberikan edukasi kepada generasi muda.
“Masalah keamanan banyak dipicu oleh miras. Ini harus kita basmi bersama, dimulai dari keluarga dengan memberikan edukasi dan bila perlu jangaan membeli minuman beralkohol,” tegasnya.
Derek juga memastikan akan mendorong penanganan persoalan drainase, sampah, penerangan jalan di jalur Airport–Bandara, perumahan layak huni, serta keamanan lingkungan agar dapat segera ditangani secara bertahap.
Sementara itu, Lurah Kebun Sirih Faustina Suryanti menambahkan bahwa pelaksanaan program pembangunan dilakukan secara bertahap. Beberapa Posyandu di Wilayah Distrik Mimika Baru telah terakomodasi dan sisanya akan menyusul.
Ia juga mengimbau masyarakat agar membuang sampah sesuai jadwal, yakni pukul 18.00 WIT, sehingga dapat diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pada pagi hari.
“Kami masih kekurangan armada roda tiga untuk pengangkutan sampah. Kesadaran masyarakat juga perlu ditingkatkan,” ujarnya.
Untuk persoalan drainase, Faustina memastikan akan kembali meninjau lokasi yang dikeluhkan warga guna ditindaklanjuti.
Mengakhiri Reses Tahap III Tahun 2025 tersebut, politisi Partai Bulan Bintang (PBB) Dapil II Derek Tenouye menyerahkan bantuan logistik kepada warga Kelurahan Kebun Sirih.(Anis Batalotak)

