MIMIKA,(timikabisnis.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika menargetkan pembangunan 208 unit rumah layak huni pada tahun anggaran 2025. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian yang aman dan layak.
Kepala Dinas Perumahan dan Pertanahan Kabupaten Mimika, Abriyanti Nuhuyanan, saat ditemui awak media pada Jumat (28/11/2025) mengatakan, dari total 208 unit rumah tersebut, 201 unit dibiayai melalui APBD Mimika 2025, sementara 7 unit lainnya berasal dari APBD Perubahan.
Ia menjelaskan, pembangunan rumah layak huni tersebut tersebar di seluruh distrik di Kabupaten Mimika, termasuk wilayah pegunungan. Namun, Distrik Mimika Barat dan Mimika Tengah tidak termasuk dalam program tahun ini, karena pada tahun sebelumnya telah menerima alokasi pembangunan serupa.
“Untuk lokasi-lokasi tertentu, pembangunan ini juga merupakan program khusus bagi masyarakat korban bencana alam,” ujar Abriyanti.
Secara umum, kata dia, pelaksanaan program berjalan dengan baik. Akan tetapi, terdapat kendala serius pada pembangunan 15 unit rumah di wilayah Wakia. Kendala tersebut disebabkan oleh insiden pembakaran rumah yang terjadi beberapa waktu lalu, akibat konflik tapal batas, sehingga berdampak pada situasi keamanan di wilayah tersebut.
“Pembangunan sudah berjalan, hanya saja yang terkendala sekarang di Wakia. Ada 15 unit rumah yang belum bisa dilanjutkan karena kondisi keamanan tidak terjamin, sehingga kontraktor memilih untuk turun demi keselamatan,” ungkapnya.
Lebih lanjut dijelaskan, kondisi pascapembakaran rumah membuat para kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut menghentikan aktivitas pembangunan sementara waktu hingga situasi dinilai aman dan kondusif.
Sementara itu, progres pembangunan rumah layak huni di wilayah perkotaan hampir rampung. Saat ini, sekitar 90 persen unit telah dilakukan serah terima, sedangkan 10 persen sisanya masih dalam tahap pemeriksaan sebelum proses serah terima atau Provisional Hand Over (PHO).
Meski menghadapi sejumlah kendala di beberapa wilayah, Pemkab Mimika tetap optimistis seluruh target pembangunan rumah layak huni tahun 2025 dapat diselesaikan tepat waktu. (Lyddia Bahy)

