PURWAKARTA, (timikabisnis.com)- PT PLN (Persero) mendorong perluasan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di wilayah Papua, yang dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya, termasuk model Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung seperti PLTS Terapung Cirata di Jawa Barat.
PLTS Terapung Cirata saat ini menjadi salah satu PLTS terapung terbesar di dunia dengan kapasitas terpasang 192 MWp. Pembangkit ini menggunakan sekitar 340.000 panel surya yang terbentang di area 200–250 hektare di atas 13 pulau waduk, dan mampu memasok listrik bagi sekitar 50 ribu rumah. Proyek strategis nasional (PSN) tersebut merupakan kerja sama antara PLN Nusantara Power dan Masdar, Uni Emirat Arab.
Plan Manager PLTS Terapung Cirata, Kirjono Mudiarto, menjelaskan bahwa kehadiran PLTS Cirata merupakan tonggak penting dalam upaya penyediaan energi bersih bagi sistem kelistrikan Jawa–Bali.
“PLTS Terapung Cirata menjadi bukti komitmen Indonesia terhadap pengembangan energi terbarukan dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Kirjono. Ia menambahkan, PLTS Cirata saat ini memiliki kapasitas 192 MWp dengan kapasitas AC 145 MWac dan didukung 49 inverter berkapasitas 3 MW.
Kirjono berharap model pengembangan PLTS terapung tersebut dapat direplikasi di daerah lain yang memiliki karakter geografis pesisir dan intensitas matahari yang tinggi, termasuk Papua.
Sementara itu, Assistant Manager Komunikasi dan Manajemen Stakeholder PT PLN (Persero) UIW Papua dan Papua Barat, Imam Alhakim mengatakan bahwa PLN terus memperluas pemanfaatan EBT di Papua. Dari sekitar 370 pembangkit di wilayah tersebut, sebanyak 190 di antaranya merupakan pembangkit berbasis EBT.
“Wilayah Papua memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan tenaga surya. Beberapa daerah seperti Merauke, Jayapura, Kabupaten Mamberamo Raya dan sejumlah wilayah pesisir memiliki karakteristik yang mendukung pembangunan PLTS,” ujar Imam.
Imam berharap pemahaman publik, termasuk media, terus meningkat terkait transisi energi yang sedang dilakukan PLN sehingga penyampaian informasi mengenai proyek-proyek EBT dapat berjalan selaras.
“Kami berharap model pembangunan PLTS Terapung Cirata bisa menjadi contoh bagi daerah lain, khususnya Papua yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi surya,” pungkasnya .(Lyddia Bahy).

