MIMIKA,(timikabisnis.com) — Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) menggelar Pekan Alkitab 2026 sebagai bagian dari peringatan 72 tahun pelayanannya sejak berdiri pada 9 Februari 1954.
Kegiatan ini berlangsung pada 31 Maret hingga 2 April 2026 di Sekolah Kristen Kalam Kudus Timika, Papua Tengah.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Firman Allah Menginspirasi Budaya Digital” yang terinspirasi dari Injil Yohanes 1:14. Tema ini menekankan pentingnya peran firman Tuhan dalam menjawab tantangan perkembangan teknologi dan kehidupan digital saat ini.
Berbagai agenda turut mewarnai kegiatan ini, di antaranya kebaktian syukur, seminar Alkitab Terjemahan Baru Edisi 2 (TB 2), seminar literasi digital, pameran Alkitab, serta lomba kreativitas jemaat.
Mewakili Bupati Mimika, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Ananias Faot, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menilai Pekan Alkitab memiliki peran penting dalam memperkuat iman serta membangun karakter masyarakat.
“Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik,” ujar Ananias.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memanfaatkan momentum Pekan Alkitab sebagai sarana memperdalam nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
“Manfaatkan momentum ini untuk memperdalam nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Menurutnya, penguatan nilai-nilai spiritual seperti kasih, kejujuran, dan perdamaian sangat penting dalam membangun kehidupan sosial yang rukun dan harmonis di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), Melvi Alfons, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan agar umat semakin memahami dan menghidupi firman Tuhan dalam keseharian.
“Melalui tema ini, kami ingin mengajak umat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi menjadikannya sarana untuk semakin dekat dengan Tuhan dan mempererat komunitas iman,” ungkapnya.
Melvi menjelaskan, Pekan Alkitab sebelumnya telah digelar di sejumlah daerah seperti Cirebon, Kudus, Bangka, dan Toraja. Kehadiran kegiatan di Timika diharapkan dapat memperluas pemahaman iman umat di tengah arus digitalisasi yang semakin cepat.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mengunjungi pameran museum Alkitab yang menampilkan berbagai koleksi dan replika terkait sejarah Alkitab, guna memperkaya pemahaman konteks iman dan budaya.
“Kiranya melalui Pekan Alkitab 2026, umat semakin menghidupi firman Tuhan dalam keseharian dan menjadi saksi Kristus yang membawa dampak positif di era digital,” pungkasnya.(Liddya Bahy)

