11 Portal Kampung Nawaripi, Demi Cegah Penyebaran Covid-19

Warga dari Kampung Nawaripi bergotong royong membuat portal untuk membatasi arus masuk warga dari luar untuk mencegah penularan Covid-19. Tampak Kepala Kampung Nurman Ditubun memimpin langsung aksi pembuatan portal/ PEWARTA FOTO : HUSYEN ABDILLAH OPA

 

TIMIKA, (timikabisnis) – 11 buah portal (Palang Pintu Gerbang) yang dipasang di wilayah Kampung Nawaripi Distrik Wania, Kabupaten Mimika,Papua bertujuan dalam rangka membatasi pergerakan warga serta menekan terjadinya penularan Covid-19 yang saat ini sedang dalam tren meningkat di Mimika.

“Saya selaku kepala kampung Nawaripi bersama Bamuskam menginisiatif untuk membangun 11 portal diwilayah kampung Nawaripi, tidak bermaksud menyulitkan apalagi mencari keuntungan, tetap demi mencegah sekaligus memutus mata rantai penularan Covid-19 di kabupaten Mimika. Apalagi saat ini Kampung Nawaripi menjadi salah satu zona merah penyebaran Covid-19 oleh Tim Gugus Tugas, sehingga dengan biaya pribadi saya membangun  portal secara gotong royong dengan warga yang ada diwilayah tersebut,”tegas Kepala Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Norbertus Ditubun kepada wartawan saat ditemui di Balai Perpustakaan Kampung Nawaripi, Rabu (22/4).

Nurman mengakui, sebelum membangun portal di beberapa RT, sudah menyampaikan dan berkoordinasi dengan Kepolisian dan TGTPP Covid-19, dengan maksud agar portal tersebut hanya untuk membatasi warga yang dari luar memasuki wilayahnya.

“Kalau ada portal yang dijaga relawan dan warganya lalu melakukan pajak atau pungli saya akan tindak tegas, karena itu bukan saja pungli tapi tindakan kriminal yang tergolong pemerasan. Karena tujuan dibuatnya portal jangan menjadi modus untuk sumbangan atau bantuan tetapi faktanya meminta dengan paksa, kalau ada portal di wilayah Kampung Nawaripi segera lapor saya dan saya yang akan sendiri tindak tegas, bila perlu proses hukum mereka itu,”tegasnya.

Dengan kondisi saat ini yang diberlakukannya pembatasan sosial jam 2 siang, agar warga tinggal di rumah sehingga terhindar dari penyebaran covid-19. Apalagi kalau portal itu bukan tergolong pemalangan tapi portal itu bisa setiap saat bisa dibuka untuk warga yang tinggal disekitar portal tersebut.

“Kami sangat mendukung aparat keamanan yang tidak mengizinkan adanya aksi pemalangan dengan menggunakan berbagai alat yang permanen dan bisa memicu konflik dengan warga. Dan portal yang ada di wilayah kampung Nawaripi dijaga relawan atau warga dan bisa dilewati kalau memang benar benar warga tinggal disitu atau ada orang dari luar yang hendak masuk karena ada kepentingan mendesak atau emergency,”ungkap Nurman.

Karena itu, sangat mendukung aparat keamanan untuk menindak tegas adanya aksi pemalangan dengan modus modus mencari keuntungan dengan memaksa warga untuk memberikan sumbangan.

“Tidak benar itu kalau ada pemalangan lorong atau jalan pemukiman warga lalu meminta orang untuk membayar. Kalau saya dapat di wilayah saya, saya akan proses hukum dia,”tegas Nurman.

Seperti dikatakan Nurman, bahwa sejak dua hari lalu ia bersama warga secara bergotong royong membuat portal di 11 titik. Masing masing, di jalan masuk Lorong Anggrek, Jalan Samping Bank Pembantu BRI di Samping SMA Negeri, Di Pintu masuk Kampung Nawaripi, Dari Arah Kelurahan Wonosari Jaya dan beberap titik lainnya. (opa)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *