Timika (timikabisnis.com) – Beberapa hari yang lalu Presiden, Jokowi melalui video di akun You Tube Sekertariat Presiden mengatakan bahwa BPOM telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (UEA) untuk vaksin Sinovac bagi anak-anak umur 12 -17 tahun sudah dapat digunakan.
Pernyataan tersebut di tanggapi Pemerintah Mimika melalui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra, menurutnya itu sangat baik melihat proses belajar tatap muka tahun ajaran baru akan dimulai.
Dengan adanya varian baru virus Covid-19, Ia berharap selain guru-guru yang mendapat vaksin anak-anak muridnya juga perlu divaksin. Agar murid dan guru dapat saling menjaga satu sama lain dalam pencegan penularan virus covid-19.
Untuk kabupaten mimika sendiri, pemberian vaksinasi bagi anak-anak usia 12-17 tahun sementara lagi menunggu instruksi dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes).
Dan jika keputusan vaksinasi itu sudah dikeluarkan oleh Kemenkes untuk diberlakukan di kabupaten mimika, maka pihaknya akan memulainya dari tingkat SMA terlebih dahulu.
“Yang saya pikir hari ini kalua sekolah tatap muka, maka sangat baik kami akan mulai dari SMA. Siswa yang usia 18 tahun akan kami suntik ” ucapnya, Selasa (29/6).
Ia menambahkan untuk saat ini kasus anak-anak yang positif terinfeksi virus covid-19 di Mimika masih sangat kecil, jumlahnya tidak mencapai angka 100 dan semua bergejala ringan.
“Semua puji Tuhan, gejalanya ringan. Bahkan anak-anak yang umur 1 tahun itu gejalanya ringan, karena mungkin imunitas bawaannya bagus” tuturnya.
Ia juga berharap agar sebelum proses tatap belajar dimulai, semua guru-guru sudah mendapat vaksinasi Covid-19 dan jika masih ada guru-guru yang menolak untuk divaksinasi, berdasarkan penyampaian Bapak Bupati dan Wakil Bupati maka sekolah itu jangan dibuka.
Menurutnya penolakan vaksinasi oleh sebagian guru-guru merupakan persoalan pemaham mereka tentang vaksin tersebut, dan saat ini negosiasi masih sementara dilakukan oleh puskesmas. (yun)

