MIMIKA,(timikabisnis.com) – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Asri Akkas, melakukan kunjungan pengawasan tahap II ke SMK Negeri 2 Mimika yang berlokasi di Distrik Mimika Timur (Miktim), – Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Selasa (29/7/2025).
Dalam kunjungan pengawasan tersebut, Asri secara langsung menyoroti minimnya sarana dan prasarana yang ada di sekolah kejuruan tersebut. Sekolah yang saat ini menampung 217 siswa ini dinilai mengalami kekurangan serius, mulai dari ruang belajar, peralatan praktik siswa, fasilitas olahraga, jembatan akses masuk, hingga tidak tersedianya MCK (Mandi, Cuci, Kakus).
“Kami melihat langsung kondisi SMK Negeri 2 ini sangat memprihatinkan. Dari sisi infrastruktur maupun fasilitas penunjang pendidikan, semuanya nyaris tidak layak,” tegas Asri Akkas saat ditemui usai kegiatan.
Ia menggambarkan kondisi sekolah yang dipenuhi semak belukar, plafon bangunan yang jebol, dan akses menuju sekolah perlu adanya perhatian. Menurutnya, kondisi ini harus segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan.

“Sekolah ini adalah sekolah keahlian/kejuruan, Maka seharusnya dilengkapi sesuai kebutuhan. Tapi kenyataannya, tidak ada MCK, tidak ada lapangan olahraga, dan sekolah dipenuhi rerumputan. Ini sangat memprihatinkan,” tegasnya lagi.
Asri juga mengapresiasi potensi yang dimiliki oleh SMK Negeri 2, yang memiliki unit usaha produktif seperti peternakan ayam petelur, budidaya ikan, dan pertanian hidroponik.
“Bayangkan, mereka punya seribu lebih ayam petelur dan bisa meraup pendapatan hingga Rp15 juta per bulan. Ada juga kolam ikan dan tanaman hidroponik. Ini potensi besar yang harus dikembangkan lebih lanjut oleh dinas terkait,” jelasnya.
Ia menyatakan komitmennya untuk berkoordinasi dengan Komisi III DPRK Mimika guna bersama sama mendorong pemenuhan kebutuhan prioritas sekolah, terutama dalam pembahasan anggaran perubahan yang akan datang.
Sementara itu, Penjabat Sementara (Pjs) Kepala SMK Negeri 2 Mimika, Winarko, membenarkan seluruh kekurangan yang disampaikan. Ia mengatakan bahwa pihak sekolah telah berulang kali menyampaikan kondisi tersebut, bahkan sebelum pelimpahan kewenangan pengelolaan dari Pemerintah Provinsi Papua ke Kabupaten Mimika.
“Gedung guru sudah rusak, fasilitas olahraga tidak ada, dan akses jembatan menuju sekolah sangat tidak layak. Kami sudah sampaikan kondisi ini berulang kali, tapi hingga sekarang belum ada respons,” ujar Winarko.
Ia berharap perhatian dari pemerintah daerah dapat segera diwujudkan agar proses belajar mengajar di SMK Negeri 2 Mimika bisa berjalan lebih optimal dan mendukung pengembangan keahlian siswa secara maksimal. (Redaksi)

