Tenggelam di Hantam Ombak, 6 Kru Kalimas 4 Bertahan hidup Dengan Makan Kayu Lapuk dan Gabus

Timika (timikabisnis) – KM Kalimas 4 , dilaporkan hilang Minggu (12/12/2021).Kapal yang membawa 150 ton Bahan Bakar Minyak (BBM) milik PT PLN tujuan Timika-Asmat berangkat dari pelabuhan Pomako menuju Asmat Minggu (12/12/2021).

Kapal tersebut dinakhodai Ansar, beserta lima orang Anak Buah Kapal (ABK). Kelima ABK, tersebut diketahui bernama, Ruslan,Supliansyah, Nikmat, Haswan, dan Mirzan.

Setelah dilaporkan hilang kepada Kantor SAR Timika, dilakukan pencarian kurang lebih empat hari oleh Tim SAR gabungan, akhirnya keenam kru kapal tersebut berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh kapal ikan KM Hasil Tuna di perairan Kampung Pirimapun, Distrik Safan Kabupaten Asmat.

Tim SAR Gabungan Timika yang saat itu sedang melakukan pencarian langsung berkordinasi dengan KM Hasil Tuna untuk mengevakuasi ke-enam korban selamat tersebut ke Timika.

Kamis (16/12/2021), keenam kru tersebut berhasil dievakuasi dari KM Hasil Tuna di perairan Kabupaten Asmat dan tiba di Pelabuhan Pomako Jumat (17/12/2021) pagi.

Tiba di Pomako, keenam korban selamat tersebut, langsung dibawa ke Kantor SAR Timika dan telah diserahkan kepada pihak perwakilan keluarga dan perusahaan pemilik kapal KM Kalimas 4.

Ansar,Kapten kapal KM Kalimas 4, saat ditemui di Kantor SAR Timika, Jumat (17/8/2021) tidak menyangka kapal yang dinakodahinya terbalik dihantam ombak dan tenggelam di Perairan Asmat, Minggu (12/12/2021) sekitar pukul 15.00 wit.

“Kami biasa memuat 160 ton, saat kejadian itu kami muat 150 ton BBM, tapi ombaknya besar, tinggi gelombang tiga sampai empat meter. Dia hantam dari samping, mesin induk mati dan kapal langsung miring dan tenggelam,”kata Ansar.

Saat kapal tenggelam, sebagai Kapten dia menginstruksikan kepada kelima rekannya untuk segera mengenakan baju pelampung.

“Saya suruh mereka pakai baju pelampung, kita buat rakit dari jirigen dan gabus kemudian diikat pakai tali,”kata Ansar.

Dirinya memerintahkan kepada kelima rekannya agar mengikat tali di tangan lalu tali tersebut diikat di rakit yang mereka sudah buat.

“Semua tangan diikat dirakit agar kami tidak terpisah,”kata Ansar, yang sudah satu setengah tahun menahkodai kapal Kalimas 4.

Dua hari dua malam dia dan rekan rekannya mengapung di laut dengan tangan terikat pada rakit. Untuk bertahan hidup, mereka memakan kayu lapuk dan gabus.

“Saya ingatkan semua kepada anggota kita berdoa kepada Allah,karena hanya kepada dia kita mengadu.Saya bilang ke mereka kita ini selamat,supaya mereka tetap kuat,”kata Ansar.

Setelah dua hari dua malam mengapung di lautan, Selasa (14/12/2021) sore, mereka melihat ada kapal nelayan, KM Hasil Tuna melintas.

” Kapal ikan muncul dari belakang kita, kami ambil baju renang baru lambai lambai. Baru dia datang selamatkan kami,”kata Ansar.

Dirinya berterima kepada nelayan KM Hasil Tuna, Tim SAR Timika serta seluruh pihak yang telah membantu menyelamatkan dirinya bersama rekannya hingga selamat sampai di Timika.

“Setelah ini saya dan rekan rekan ingin pulang kampung di Majene, pingin ketemu dengan keluarga dulu. Tadi juga kami sudah kasih tau ke keluarga kalau kami selamat,”kata Ansar. (n19)

Administrator Timika Bisnis