MIMIKA, (timikabisnis.com)- Tanamkan jiwa hukum sejak dini, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Bagian Hukum Setda Mimika menggelar lomba cerdas cermat sekolah sadar hukum di Graha Eme Neme Yauware, Rabu (27/8/2025).
Kegiatan cerdas cermat yang bertujuan meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, khususnya di kalangan pelajar akan berlangsung selama dua hari (27-28 Agustus) dan diikuti sebanyak 175 siswa SMA/SMK dari 25 sekolah di Kabupaten Mimika.
Acara dibuka oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Yakobus Kareth ditandai dengan pemukulan Tifa.
Dalam sambutannya mewakili Bupati Mimika, Yakobus Kareth mengatakan para pelajar adalah generasi penerus bangsa, ujung tombak pembangunan, sekaligus calon pemimpin masa depan. Dengan pemahaman hukum yang benar, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter.
Lomba cerdas cermat sadar hukum ini dilakukan secara rutin sejak tahun 2022. Program ini lahir dari tekad bersama untuk meyakini bahwa disiplin dan mampu menjaga diri dari lingkungan serta pengaruh negatif perkembangan zaman.
” Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk melahirkan anak-anak muda yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki integritas, moral, dan ketaatan pada hukum,” ucap Yakobus.
Peserta lomba sadar hukum, lanjutnya merupakan siswa terbaik dari sekolah masing-masing yang didampingi guru pendamping.
” Hal ini menunjukkan tingginya komitmen dunia pendidikan untuk menanamkan budaya sadar hukum di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Menurutnya, dengan memahami hukum, para pelajar mampu menghindarkan diri dari perbuatan melanggar aturan, sekaligus menjadi teladan di tengah masyarakat.
Adapun materi lomba yang diujikan antara lain tentang tindak pidana perdagangan orang, informasi dan transaksi elektronik junto, narkotika, Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA), lalu lintas dan angkutan jalan.
Tentunya, hal ini sangat relevan dengan tantangan nyata di tengah masyarakat yang menyentuh persoalan langsung berkaitan dengan kehidupan generasi muda, ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Yakobus berpesan kepada seluruh peserta untuk menjadikan lomba ini sebagai ajang pembelajaran dan pembentukan karakter, bukan sekadar kompetisi.
” Jadikan ini sebagai ajang pembentukan karakter dan pembelajaran bukan sekedar kompetisi. Junjung tinggi sportivitas, hargai setiap proses, jadilah generasi yang cerdas, tangguh, serta sadar hukum, ” tandasnya. (Lyddia Bahy).

