Suasana kegiatan Sosialisasi perubahan status Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (LPMAK) menjadi Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) di Mile 32, Selasa (27/4) /Foto : Yunita Simon
TIMIKA,(timikabisnis.com) – Perubahan status Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (LPMAK) menjadi Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) pada kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di Mile 32, Selasa (27/4) msih tetap berkomitmen untuk memprioritaskan programnya untuk kampung yang dipedalaman dan pesisir Mimika.
Feri Magai Uamang, Divisi Humas YPMAK mengatakan, perubahan status dari lembaga menjadi yayasan tidak merubah fungsi dan program yang sudah ada sebelumnya.
“Perubahan itu tidak mengganggu program utama yakni pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Pendidikan tetap jalan, kesehatan tetap jalan, ekonomi juga tetap jalan. Dan masyarakat tetap berobat gratis di RSMM, pendidikan anak-anak mulai dar tingkat SD sampai Perguruan Tinggi tetap berjalan, tetap lancar, dan tidak ada alasan untuk terganggu,” ucapnya.
Menurutnya pada kegiatan sosialisasi kali ini, banyak pertanyaan dari masyarakat yang muncul mengenai masalah ekonomi bahkan masyarakat sempat meragukan akan perubahan tersebut. Seperti yang tadinya ada 7 biro mewakili 7 suku sekarang di ubah menjadi satu divisi saja untuk menangani bidang ekonomi.
“Tapi saya sudah berikan penjelasan kepada mereka bahwa justru dengan adanya perubahan ini, walaupun di ekonomi hanya satu kepala divisi saja tetapi programnya sekarang justru direncanakan untuk lebih banyak fokuskan di kampung, pesisir dan pedalaman,” terang Feri.
Untuk beberapa wilayah pesisir, kata dia sudah di lakukan sosialisasi dari tim ekonomi, tetapi untuk daerah pedalaman saat ini belum. Artinya untuk kedepan ini, program ekonomi lebih terfokus di pedalaman dan pesisir.
Menurutnya, YPMAK kedepan akan menjadi lembaga donor atau kata lain merupakan yayasan pemberi atau hibah.
Seperti, YPMAK membrikan dana hibah kepada pihak ke tiga yang dipilih berdasarkan seleksi sebagai pelaksana program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat yang lebih difokuskan ke kampung-kampung.
Pihak ketiga jika, kalau di lembaga adalah internal, lembaga sendiri yang masih bisa mengelola program-program yang ada. Mereka bisa ambil alih langsung bangun sekolah, buat kelompok ekonomi seperti kandang ayam dan babi. Sekarang artinya peran lembaga yang langsung ambil alih itu tidak ada lagi, sekarang hanya menjadi pendonor saja.
“Kita akan persiapkan semua yang berkaitan dengan dokumen dan administrasi, untuk menjalankan itu adalah pihak ketiga, jadi YPMAK tidak urus sampai di pelaksanaan” tutupnya.
Adapun maksud pendirian dari yayasan untuk mendukung pelestarian, pengembangan dan pemberdayaan berkelanjutan masyarakat asli Papua yang berasal dari suku Amungme dan Kamoro serta masyrakat asli Papua lainnya dalam bidang Sosial, Kemanusiaan, dan Keagamaan.
Sedangkan tujuan pendirian dari yayasan itu sendiri untuk mendukung pemerintah mewujudkan masyarakat asli Papua yang berasal dari Suku Amungme dan Kamoro serta masyarakat asli Papua lainnya agar dapat menjalankan kehidupan yang sehat, berpendidikan, bersaing dalam sistem ekonomi modern, melestarikan sumber daya alam, budaya dan warisan masyarakat asli papua sesuai kearifan lokal menuju masyarakat asli Papua yang berkeadilan dan sejahtera. (Yun)
