MIMIKA, (timikabisnis.com)– Sebanyak 133 kampung yang ada di Kabupaten Mimika mendapat anggaran Dana Desa (DD) dengan nilai yang besar.
Namun sejauh ini anggaran itu belum berdampak terhadap pembangunan yang ada di kampung-kampung. Padahal anggaran tersebut menjadi salah satu anggaran yang digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan desa hingga pemberdayaan masyarakat desa.
Melihat hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika akan membentuk tim terpadu yang terdiri dari Pemerintah dan tim penegak hukum untuk melakukan evaluasi terhadap semua Kepala Kampung dan aparat Kampung di Mimika.
Kepala DPMK Mimika, Abraham Kateyau, saat dijumpai awak media pada Kamis (3/7/2025) di Hotel Horison Diana membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan bahwa masih banyak kampung yang pengelolaan dana desanya belum memberikan manfaat. Bahkan dana desa tersebut masih sering disalahgunakan untuk kebutuhan lain.
Menindaklanjuti hal tersebut, kata Abraham dalam waktu dekat akan dilakukan evaluasi terkait pengelolaan keuangan.
” Dalam waktu dekat Bupati akan memanggil para kepala kampung, ketua Bamuskan dengan para pendamping, untuk dilakukan evaluasi tersebut,” ucap Bram.
Penyalahgunaan dana desa tersebut, lanjutnya bisa menjadi temuan apabila ada pengaduan dan diusut oleh pihak yang berwenang.
” Sebenarnya ada pendamping Dana Desa yang ditugaskan oleh Kementerian Desa di setiap kampung, tugasnya adalah memberikan pendampingan dan pembinaan terkait penggunaan dana desa,” lanjutnya.
Namun, sepertinya pendamping ini juga dinilai belum terlalu memberikan dampak dan manfaat terhadap pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Ia mengaku, komunikasi dengan para pendamping belum terjalin dengan DPMK.
“Mereka ini kan dari kementerian desa. selama saya ada ini, belum pernah ada komunikasi dengan mereka, karena mereka langsung bertanggung jawab ke kementerian desa. Namun kita tidak bisa intervensi kesitu, karena hak dan gaji para pendamping ini dari kementrian,” kata Abraham.
Kendati demikian, dirinya pun berharap, agar kedepannya ada koordinasi yang terjalin antara para pendamping-pendamping tersebut dengan pihaknya, sehingga bisa lebih menunjukkan fungsinya, tandas Bram yang akrab disapa. (Lyddia Bahy).

